Archive for the ‘ Uncategorized ’ Category

catatan awal tahun

Tahun 2016 baru dimulai. Sangat banyak momen yang tidak akan terlupakan dalam hidup ini. Pada awal tahun 2015, 16 Januari 2015, saat saya menyempurnakan separuh agama saya, Menikah dengan seorang gadis Bengkulu, yang memberi saya anak perempuan lucu nan cantik yang kami beri nama Arabella Fathina Azanna, yang kira2 diartikan seorang yang cantik dan menawan hati anak taftazan-natalia. Semoga dia bisa menjadi kebanggaan orang tuanya, berbakti pada ortunya, bangsa, negara, dan agama. Akan kubesarkan ia sepenuh hati saya, dan mendidiknya menjadi manusia berguna kelak. 2 Momen itulah lifetime achievement saya. Hehe

Lalu sekarang 2016, apa resolusi saya?. Apa sebenarnya cita2 dalam hidup saya?. Mau kemana saya? . Namun selagi saya mencari cita2 hidup sejati, tidak ada salahnya saya membuat tujuan jangka pendek saya, setidaknya di tahun 2016 ini. Here we go:

  1. TOEFL 600 à merupakan syarat utama untuk meraih beasiswa ke LN, tidak cm tertulis tapi harus bisa ngomong fluently juga
  2. Menamatkan pimsleur German à Negara dimana saya akan melanjutkan studi
  3. Petani rumah à Tanam hidroponik, Cabe, Terong, Timun, Tomat, Melon
  4. Menamatkan GMAT
  5. Lari 20 km per minggu
  6. Bobot badan 73 Kg à turun 10 kg aja, menurut slaah satu referensi BB ideal (tinggi-100) x 90%, which means i have to decrease my weight to 63 kg hahaha
  7. Aktif dalam kegiatan sosial, memberikan kontribusi bagi masyarakatà belum terpikirkan nih
  8. Membuka usaha tambahan, target pendapatan kotor 20 juta/bulan à belum kepikiran juga
  9. Nge-blog, min 1 minggu 1x
  10. Baca buku (apa saja) min 1/bulan

Saya pernah baca quote dari Henry Ford, Pendiri Ford mobil, bahwa pekerjaan tersulit bagi manusia adalah berpikir. Berpikir pada hakikatnya merupakan pembeda antara kita, manusia, dan hewan. Saya pikir2, ini benar juga. Saya sekarang ini kenapa jadi telmi, dan seakan malas berpikir. Think…Think..different..said Steve Jobs.

Menjadi pelaut itu..

Panas, penuh dengan oli, tubuh berpeluh, suara bergemuruh disekeliling, mengambang bau minyak, membuat pusing orang yang belum terbiasa. kumasuki ruang mesin kapal. Sebuah Kapal Tanker. Entah kenapa, saya berpikir mereka mau bekerja di kamar mesin kapal yang “aduhai” itu, berapa gaji mereka, apa yang mereka dapatkan dengan pengorbanan tubuh yang luar biasa tersebut.
Sudah sebulan terakhir ini saya banyak bergaul dengan para pelaut. Dari mulai Kapten, Chief Officer, orang mesin, sampai para kadet. Berpisah dengan keluarga mungkin pengorbanan paling besar dari pekerjaan mereka yang mengharuskan tinggal selama 6 bulan – 1 tahun, tanpa pulang. Namun di satu sisi, penghasilan besar mereka dapat. Seringkali ketika di pelabuhan,ketika kapal sedang mengeluarkan muatannya, mereka dapat refreshing sejenak keluar mencari penghiburan. Membayangkan anakku yang masih kecil terpisah 1 tahun ngeri rasanya. Jangan-jangan dipanggilnya saya om kelak ketika saya kembali bertemu dengannya.
Namun begitulah kehidupan yang mereka pilih. Sama ketika kita nonton film “In the heart of the sea”, yang selama belum tercapai target tertentu (2000 barels minyak paus) tidak akan pulang. Itu bisa memakan waktu tahunan. Saat ini para pelaut berlayar sekian lama, menghantarkan minyak dari 1 depot ke depot lain, itulah target mereka, pekerjaan mereka. Dan selama sekian periode tersebut mereka belum boleh meninggalkan pekerjaan mereka (siapa yang akan mengoperasikan kapal jika mereka pergi).
Nb: jika saya jadi pelaut saya tidak mau bekerja sebagai orang mesin (meskipun keren kuliahnya: teknik mesin), saya mau jadi navigator saja. Ehhehe

Sendiri

Bulan lalu, tepatnya 16 Juni lalu, saya pindah dinas ke Balikpapan. Pindah dari Kalimantan tengah ke Kalimantan Timur. sempat terpikir untuk touring dengan si vixion putihku. Tapi karena disuruh tengah minggu untuk pindahnya, ya akhirnya gak jadi touring. Hampir semua orang yang kuceritakan bahwa aku akan touring ke Balikpapan sempet gak percaya, banyak yang bilang jauh lah, capek lah, dsb. Namun bukankah perjalanan itu adalah pengalaman yang kita cari, tepatnya yang aku cari. Tujuan adalah akhir, karena itulah destinasinya.

Balikpapan, kota minyak di Kalimantan, petualangan baru di kota ini. setelah 1,5 tahun berada di Sampit dengan segudang pengalaman yang didapat. Samapai detik ini, masih numpang di tempat teman (thx u for everything), katanya awal juli ini rumah bakal kosong, namun entah kenapa jadi tanggal 7 kosongnya.

Sebentar lagi insya Allah akan jadi seorang Ayah. Istri telah hamil 5 bulan jalan, estimasi Oktober lahir. Harus meningkatkan kualitas diri. Karena anak akan ikut perilaku ortunya, mengikuti teladannya. Jika kita baik, berstandar tinggi. So do the children. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

keep the spirit high!!

Etos kerja spongebob

seperti kita tahu dan telah banyak dibuktikan, bahwa sesuangguhnya kekayaan terbesar dari suatu bangsa adalah kualitas SDM-nya. Jepang, korea, merupakan contoh sebuah negara dengan sumber daya alam terbatas, namun kita bisa lihat sekarang berkat etos kerja rakyatnya negara itu bisa tumbuh besar. Di lain pihak, Nigeria, sebuah negara dengan produksi minyak yang besar, merupakan sebuah contoh negara dengan kekayaan alam besar, namun kekayaan alam tersebut tidak menjamin  negara tersebut sejahtera.

Dan berbicara mengenai  etos kerja, saya, yang masih menggemari kartun sponegebob & squarepants, melihat bahwa disitu digambarkan, bagaimana karakter spongebob yang amat sangat mencintai pekerjaannya di krusty krabs sebagai juru masaknya. sebegitu cintanya sampaidiberikan gaji kecilpun diterima oleh spongebob. di sisi lain ada squidward, seorang berjiwa seni terjebak dalam pekerjaan yang tidak ia cintai. Digambarkan squidward yang bercita-cita menjadi seniman besar, namun bekerja di krusty krab, dan hal itu menyebabkan ia lesu, tidak antusias, dan bekerja apa adanya disitu. Dan hal terburuknya, ia harus menjalani itu tiap harinya. Betapa menyiksanya.

Masih banyak masyarakat kita, teman kita, yang bekerja tidak sesuai dengan passionnya. hal ini menyebabkan mereka tidak optimal dalam bekerja dan bekerja apa adanya. Hal ini menyebabkan etos kerja rendah. Mungkin ada di sekitar kita, teman kita berjiwa sebagai pembalap, namun karena kebutuhan ekonomi menjai tukang parkir, atau dalam jiwa seorang satpam tersimpan jiwa seorang pemain sepakbola. Banyaksaya temui, teman-teman kantor kita bekerja yang hanya sekadar bekerja, malakukan rutinitas yang itu-itu saja tampa menghasilkan suatu perubahan, suatu improvement bagi perusahaan. mungkin mereka jiwanya bukan disana, mungkin dalam lubuk hati mereka mereka ingin menjadi yang lain. mungkin saja.

Saya pernah membaca salah satu keberhasilan dalam karier kita adalah kita mencintai apa yang kita lakukan. entah kita sebagai karyawan, pengusaha, ataupun seorang profesional. Intnya ialah kita mencintai pekerjaan kita. karena hanya dengan itu kita mampu untuk menampilkan performa terbaik kita. Malah ada ungkapan “love your job, and you’ll never have to work a day in your life”, yang kira-kira artinya adalah, bekerja itu adalah liburan, karena kita tidak akan pernah merasa bosan untuk menekuninya., sma seperti halnya liburan.

Kembali kepada kemajuan bangsa. mungkin jika setiap diri kita mencintai apa yang kita kerjakan, seperti halnya spongebob, maka performa kita akan meningkat dan bangsa dan negara kita akan maju dan sejajar dengan negara-negara lain di dunia.

#sedikit pemikiran saya

 

Kabut Asap

Sudah 10 bulan ini saya menjadi warga sampit. Sebuah takdir karena mengikuti tuntutan pekerjaan. Sampit, kadang ada orang yang belum tau dimana letaknya, adalah sebuah kota di Kalimantan Tengah, mungkin kota terbesar kedua di Kalteng setelah Palangkaraya. terkenal akibat kerusuhan etnis pada tahun 2000an. namun secara umum menjanjikan kesejahteraan bagi para pekerja keras. Mengapa saya tahu? karena kebanyakan warga sampit adalah pendatang, dan orang-orang kaya disini sebagian besar adalah pendatang, entah mereka berbisnis kayu, sawit,  batu bara, bijih besi, dan lain2nya.

Sampit adalah kota yang urat nadi perekonomiannya ditopang oleh sungai, sungai mentaya. aktivitas bongkar muat, baik komoditas sayuran, sampai hewan qurban didatangkan dari jawa dengan menggunakan kapal. Tanah di Sampit ini adalah tanah gambut, sehinngga jika hendak membangun rumah, secara tradisionalorang akan membuat pondasi pancang kayu, baru dibuat lantai semen, ya dengan pondasi kayu tersebut. Struktur ini juga sering saaya liat di Banjarmasin, dan Kotabaru.

Akibat dari pembabatan hutan, dengan alih fungsi menjadi hutan sawit. tanah di sampit sangat rawan terjadi kebakaran. Dan pada musim kemarau kemarin, terjadilah apa yang disebut kabut asap. Pekat, menyesakkan, dan baru pertama kali saya mengalaminya.

Namun alhamdulillah, seiring dengan datangnya musim hujan, kabut asap berangsur2 hilang, dan udara bersih datang kembali.

WP_20140927_11_09_29_Pro__highresWP_20140930_07_01_52_Pro__highres

antusiasme pilpres

Image

Saat ini terasa benar hingar benar menjelang pemilihan capres Indonesia 2014-2019. Seperti kita tahu pilpres kali ini hanya terdapat 2 calon. Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Dan saya merasa antusiasme pipres untuk kali ini amat besar. Dengan hampir tiap saat media, baik televisi, surat kabar elektronik maupun cetak menyiarkan kabar terbaru, info terupdate para capres-cawapres, dengan diiringi opini para pengamat, sudut pandang yang berbeda-beda, bahkan komentar seorang komentator, dikomentari dan dibahas pula. Semua ini secara langsung mengangkat antusiasme masyarakat dalam pilpres kali ini. Dan pengamatan saya, media-media yang dimiliki oleh notabene orang partai yang terafiliasi ke salah satu calon amat sangat saya sesalkan.Media yang seharusnya netral malah ditunggangi kepentingan pemilik media tersebut. Alhasil saya sangat sebal nonton salah satu media televisi, karena secara jelas dan gamblang mengangkat salah satu calon dan menjelek-jelkkan yang lain. Padahal media ini pula yang mengangkat jokowi dalam pilgub dki, dan secara tidak langsung mengangkat kepopuleran jokowi. Tapi sudahlah sebagai rakyat saya hanya bisa diam, mengkritisi lewat blog ini.

Kembali kepada antusiasme masyarakat dalam pilpres ini. Minggu lalu saat saya mudik ke kampung halaman, dikarenakan sudah malam, dan tidak ada angkutan umum, saya naik ojek. Di tengah malam dingin menusuk tulang, saya yang tidak pakai jaket menggigil kedinginan, namun sang tukang ojek memanaskan suasana dengan membahas pilpres. Menarik sekali mengikuti arahan pembicaraan sang tukang ojek. Beliau membahas berita-berita yang berseliweran di televisi  kita, mengangkat opini tokoh-tokoh yang berujung pada pilihan salah satu capres. Beliau, sang tukang ojek , mempengaruhi saya untuk memilih salah satu capres. Saya yang belum menentukan pilihan hanya mendukung perkataan sang tukang ojek, agar nyambung saja.

Betapa lapisan masyarakat bawah, yang diwakili tukang ojek pun antusias menyambut pilpres kali ini. Sehingga saya mengambil kesimpulan pilpres kali ini amat sangat populer, yang semoga menekan angka golput.

Jadi kesimpulannya, marilih kita pilih kandidat pilihan kita secara cerdas dan jernih, dan jangan diombang-ambingkan media-media yang terkadang tidak objektif memandang kandidat capres kita. Kita lihat rekam jejak yang bersangkutan, dan jika perlu kita sholat istikharah, agar pilihan kita tidak salah, sehingga Indonesia dapat berjaya 5 tahun yang akan datang.

my work

I work in oil company, in downstream directorate. After job training induction for almost a year, i were placed in oil storage terminal, in Kotabaru , South Kalimantan. I assigned in function of maintenance service.

Oil storage terminal Kotabaru is a terminal in Kotabaru, city in Pulau Laut, that has important role in order to secure distribution chain in Kalimantan area. This Oil terminal have vital asset like, pump, flow meter, oil storage tank, pipe, and Jetty. That asset must be properly maintenance.

As a fresh graduate, you can call me that, i have no experience in maintenance. In my Job training induction there are no study about maintenance, just common knowledge. It is true that i graduate from engineering major, but it is different to compare about life in work and university. And there is no proper mentor from my senior. I have to study alone, all of that maintenance vital asset.

And maintenance service (in my company) is not just maintenance facilities. You also must handle about contract, procurement, budgeting, monitoring project, and all. And all project in my work, i think it is not properly prepare. for example, there is a project cost more than half of billion but it didn’t have a drawing. And all those project that has drawing, there are no check, and re-check, you must create and check it alone. Shame on you if your drawing failed.

And maintenance a facilities sure it must have methodology to do it properly. You must have device that can gather data, analyze it, and do the maintenance. For example, we have vibratometer, that device can detect vibration. To maintain a pump, for example, vibratometer can detect if a pump is misalignment, or something trouble. We have no experience it before how to do this thing, and i just meet this device too. So My senior too. i have to study it for sure.

that is just my uneg2, after almost 3 months work in this company. I just hope that we can properly prepared to work in specific area like this. I am not blamed anybody. I will do my best to accomplished this job.