Archive for the ‘ Teknik Fisika ’ Category

Kenyamanan Termal Suatu Bangunan

Ada 3 jenis kenyamanan di suatu tempat/ruangan, diantaranya ialah; kenyamanan akustik, pencahayaan, dan terakhir adalah kenyamanan termal. Dalam tulisan ini saya akan membahas hanya mengenai kenyamanan termal suatu bangunan. Kenyamanan termal ialah suatu kondisi dimana kita akan merasa nyaman secara termal-contohnya; tidak kepanasan, kedinginan, dll-di suatu ruangan tertentu. Sebagai contoh, misalkan kita mempunyai rumah di dekat pantai di daerah beriklim tropis, secara normal kita akan kepanasan karena daerah pantai merupakan daerah dengan cuaca cukup panas disertai kelembaban yang tinggi. Jika kita hendak bekerja di rumah tersebut, tentu performa kita tidak akan maksimal, akibat kondisi lingkungan yang tidak nyaman. Oleh karena itu diperlukan perancangan kondisi termal di rumah tersebut.

Untuk menciptakan kenyamanan termal di suatu tempat tertentu, terlebih dahulu kita harus mengetahui kondisi-kondisi lingkungan di suatu tempat yang akan kita rancang kondisi termalnya. Selain itu kita juga harus menetapkan standar kenyamanan termal yang akan kita rancang, agar hasil perancangan kita terlalu dingin, atau sebaliknya kepanasan.

Continue reading

Advertisements

Lulus

wisuda
Senin 14 juni 2010, pukul 09.00 WIB merupakan hari bersejarah dalam hidupku. Pada hari itu, saya menghadapi sidang sarjana saya. Dengan didampingi dengan 2 orang pembimbing saya Dr.Bambang Sunendar, dan Dr. Suyatman, dan diuji oleh Dr. Brian Yuliarto dan seharusnya Dr.Ahmad Nuruddin(tetapi sayang beliau tidak datang), saya mempresentasikan hasil dari penelitian saya yang saya kerjakan selama hampir 4 bulan terakhir. Penelitian tugas akhir saya berjudul “sintesis dan karakterisasi serbuk magnetik Fe3O4-kitosan untuk aplikasi terapi kanker”.
ss
Continue reading

Pilihan Teknologi Pembangkit Listrik, sesuai Kebijakan Energi Nasional

Energi merupakan masalah krusial akhir-akhir ini, kebutuhan energi yang semakin besar tidak diimbangi dengan persediaan yang ada. Akibatnya banyak terjadi banyak pemadaman listrik. Indonesia merupakan Negara besar yang mempunyai persediaan sumber daya energi yang melimpah ruah. Hal ini sangat ironis melihat fakta yang sekarang terjadi di lapangan, dimana begitu banyaknya kasus pemadaman listrik terjadi. Potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia ini belum dimanfaatkan secara optimal. Banyak factor yang mengakibatkan potensi energi itu tidak temanfaatkan, salah satunya ialah masalah klasik, yaitu dana investasi yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit listrik amat besar.
Sebagai solusi akibat krisis energi ini, maka PLN melakukan pemadaman bergilir.Hal ini untuk mengurangi beban puncak. Waktu beban puncak, dimana beban permintaan listrik sedemikian besar ialah pada saat pukul 17-22. Maka pada jam-jam itu, kita diharapkan untuk hemat dalam memakai listrik.
Pada tahun 2005, sumber utama pasokan energi Indonesia adalah minyak bumi ( 54.78 % ), disusul gas bumi ( 22,24 % ), batubara ( 16.77 % ), Air ( 3.72 %) dan geothermal ( 2.46 % ). Sasaran pemerintah pada tahun 2025, diharapkan terwujudnya bauran energi yang lebih optimal, yaitu : minyak bumi ( < 20 % ), gas bumi ( > 30 %), batubara ( > 33 % ), biofuel ( > 5 % ), panas bumi ( > 5 % ), Energi terbarukan lainnya ( > 5 % ) dan batubara yang dicairkan ( > 2 % )
Sebetulnya Indonesia mempunyai potensi amat luar biasa pada energi Geothermal. Jumlah energi panas bumi yang telah terpasang saat ini mencapai 1042 MWe, atau sekitar 3% dari total potensi energi panas bumi di Indonesia. Lapangan yang telah berproduksi yaitu G. Salak (375 MWe), Kamojang (200 MWe), Darajat (255 MWe), Wayang Windu (110 MWe), Dieng (60MWe), Lahendong (40 MWe), dan Sibayak (2 MWe). Jika potensi ini dimanfaatkan secara optimal maka kebutuhan listrik Indonesia akan terpenuhi.
Seperti kita ketahui dari keterangan diatas bahwa mayoritas energi yang akan digunakan oleh pemerintah ke depan masih berbasis energi tak terbarukan. Energi tak terbarukan ini, semakin lama kuantitasnya semakin menurun, pemerintah sudah seharusnya untuk memikirkan inovasi dalam investasi di bidang energi terbarukan. Selain bebas polusi, energi terbarukan pun aman pasokannya, karena tidak bergantung pada persediaan di alam. Di dunia ini, sebetulnya telah banyak riset mengenai energi terbarukan, hanya akibat dari daya yang dihasilkan belum besar, dan factor pendukung yang masih belum well developed, serta biaya yang lebih mahal, menjadikan PLN enggan untuk memakai energi terbarukan ini. Tetapi, Indonesia mempunyai sumber cadangan energi terbarukan yang sangat besar sekali, seperti energi surya, air, maupun geothermal. Sangat sayang jika potensi ini tidak dimanfaatkan secara optimal.

Efisiensi Energi Untuk Mendukung Kebijakan Energy Nasional

Saat ini kebutuhan energy dunia sangat bergantung kepada energy fosil, dan kita tahu bahwa energi fosil akan habis. Oleh karena itu, diperlukan suatu energi yang terbarukan untuk menggantikan energi fosil, selain itu kita haru efisien dalam penggunaan energi. Secara nasional, terdapat suatu sasaran kebijakan untuk mendukung kea rah efisiensi energi ini karena tanpa campur tangan pemerintah sulit tercapai efisiensi energi ini . Sasaran kebijakan energi nasional tersebut antara lain, yaitu:
• Mewujudkan keamanan energi nasional
• Tercapainya elastisitas energi <1 pada tahun 2025melalui program diversifikasi dan konservasi energi
• Terwujudnya bauran energi primer yang optimal pada tahun 2025

Untuk menjaga agar penggunaan energi dapat efisien maka harus digunakan peralatan yang hemat energi. Atau secara garis besar harus ada strategi pengendalian konsumsi energi. Misalnya dengan memakai kendaraan angkutan missal untuk manajemen transportasi kota, selain itu dengan menyertakan label hemat energi pada produk-produk hemat energi.

Secara garis besar strategi efisiensi energi dapat dibagi dalam 3 bidang, yaitu pada bangunan, industry, dan transportasi.
1. Efisiensi energi pada bangunan
a. Penggunaan lampu hemat energi
b. Pemakaian system kendali, seperti timer, sensor, dan lain-lain.
c. Penggunaan AC/chiller yang mempunyai efisiensi tinggi
d. Penerapan manajemen energi yang tepat
e. Suhu AC dipasang pada suhu 24-26oC
f. Desain dan material selubung bangunan yang hemat energi dan ramah lingkungan
g. Standardisasi dan labelisasi peralatan listrik

2. Efisiensi energi pada industry
a. Penggunaan mesin yang efisien
b. Mengadakan audit energi
c. Demsnd side management
d. Koreksi factor daya
e. Sistem penerangan hemat energi
3. Strategi efisiensi energi di bidang transportasi
a. Perubahan moda transport
b. Pemanfaatan bahan bakar alternative yang lebih cost effective
c. Standarisasi efisiensi kendaraan berdasarkan jarak tempuh
d. Pencantuman efisiensi bahan bakar kendaraan dengan system labelisasi

(ditulis dalam rangka mata kuliah kapita selekta)