Archive for the ‘ Catatan harian ’ Category

Sang Visioner

Kemarin baru beres baca buku judulnya “Rudy: Masa Muda Sang Visioner”, kisahnya menceritakan seorang BJ Habibie muda yang dipanggil Rudy ketika masa mudanya. Bukunya sangat menarik sekali, kita bisa belajar banyak hal-hal terkait cita-cita, kerja keras, fokus, konsistensi, dan visi besar, bahkan parenting. Membaca buku ini,  seorang habibie muda sudah memiliki visi besar untuk membangun bangsa, sudah memikirkan bahwa mereka2 yang sekolah di luar negeri memikul tanggung jawab besar ketika kembali ke tanah air untuk membangun bangsanya. Bahkan seorang Rudy, memikirkan teman2nya yang ketika hendak meneruskan studi ke jenjang S2 harus mengambil beragam jurusan sehingga ketika kembali ke Tanah Air  memiliki keahlian beragam pula yang diperlukan untuk membangun industri pesawat. Dan itu saat umur 21 tahun. Hebat sekali. Membaca buku ini saya jadi harus banyak koreksi diri, meluruskan niat, tidak egois memikirkan diri sendiri.

Advertisements

Bell palsy

Apa itu bell palsy? saya pun baru tau ketika saya kena penyakit itu. Ya bell palsy adalah nama penyakit sodara2. Penyakit ini menyerang saraf wajah, sehingga saraf kita lumpuh sebelah. Jadi ketika kita senyum, mulut kita menceng.

WP_20141026_07_44_58_Pro

Pertama kali saya merasakan penyakit ini, saya pikir saya terkena stroke. karena seringkali saya liat orang stroke itu monyong mukanya. lalu saya googling dan ketemu lah nama penyakit ini. Begitu saya tau penyakitnya, saya langsung ke rumah sakit. namun sayang, dokter sarafnya lagi libur dan tak ada di rumah sakit. T.T

Akhirnya selang 2 hari kemudian saya baru bertemu dokter saraf, dan dokter rehab medis. yang unik ketika saya di rehab medis, muka saya diterapi dengan 3 macam alat, diathermy, IR, dan listrik tegangan rendah. dan antara diathermy dan IR saya bingung, karena efek yang saya rasakan sama aja, hanya terasa panas. seminggu saya diterapi seperti itu, setiap hari. namun kok belum ada kemajuan selang 9 hari setelah saya terapi dan minum obat.

WP_20141107_09_30_18_Pro

Akhirnya demi muka normal, saya ke jakarta, untuk pengobatan yang lebih baik. memang alatnya lebih baik, dan obatnya pun sebenarnya sama saja, hanya berbeda di dosisnya, kata dokternya kurang dosisnya. malah saya hendak disuruhnya opname. namun saya tidak mau.

dan selang 3 hari kemudian saya sudah bisa tersenyum. Alhamdulillah.

20141129_100527

oya, nama obat yang saya konsumsi: methylprednisolone, mecobalamin, mevix. namun semua harus resep dokter. jadi inti dari menghadapi penyakit ini adalah sabar.

ide prewedding-ku

love
Prewedding merupakan suatu kegiatan mendokumentasikan foto-foto bersaama calon istri sebelum naik ke plemaminan. Untuk bisa mendapatkan hasil foto yang baik, konsepnya, idenya yang harus baik dan unik. Nah, menentukan ide inilah yang terkadang sulit. Dan karena sebentar lagi insya Allah saya akan nikah dan akan melakukan prewedding shoot, maka inilah yang terlintas dalam pikiran saya sekarang;

1. Saya dan calon istri berkenalan melalui seorang teman. Dikarenakan jauhnya jarak antara saya dan calon, maka seringnya kami chatting, video call, sebelum bertemu langsung. Jadi konsepnya, mungkin kira-kira saya datang ke kantornya, membawa bunga yang disembunyikan di balik punggung, di foto dari belakang dengan menghadap calon.Lalu di shoot juga dari belakng calon, ketika saya tengah memberikan bunga. Lalu di shoot ekspresi calon tengah tersenyum tersipu-sipu ketika menerima pemberian bunga.

2. Kami berdua suka makan. Jadi settingnya mungkin di restoran. saya belum tahu detailnya, tapi kira-kira, kami saling menyuapi, tertawa, dan ekspresi kekenyangan bersama. lucu ya haha

3. saya suka traveling, jadi settingnya sedang di tempat wisata alam. belum ketemu konsepnya.

yang pasti kostumnya menyesuaikan dengan konsepnya. Jangan ada make-up yang malah mengganggu konsep terseut( yang mana sering saya temui di prewed tmn2 saya), make up harus pas.

Jadi sekarang cari fotografer yang portofolio dan idenya “gila”. Mungkin dia bisa kasih masukan konsep2 prewed yang lain.

Sahabat itu..

best friend
Di suatu hari ketika kami masih berseragam putih abu-abu, ketika kami berjalan bersama dalam suatu rihlah, menempuh hijaunya kebun teh, menerobos indahnya gunung gemunung, diiringi desauan angin sepoi sepoi, mentor kami bertanya, apa itu sahabat?

beliau memberikan suatu penjabaran yang sangat sederhana,

sahabat itu adalah ketika kita pernah bepergian berdua saja ke suatu tempat yang jauh, pernah tidur bersama, dan pernah berhubungan dalam transaksi keuangan alias hutang piutang, serta pernah bertengkar, namun tentu saja baikan lagi. Itulah sahabat beliau berkata.

menunggu pesawat

menunggu

Menunggu mestinya merupakan suatu hal yang sangat dibenci orang pada umumnya. Dan menunggu merupakan hal yang saya benci, namun karena keadaan yang tidak memungkinkan saya harus menunggu. Hal ini bermula ketika saya hendak ke kotabaru dari pangkalanbun, ternyata penerbangan langsung tiketnya telah habis, dan salah satu alternatifnya adalah memutar lewat jakarta, kemudian jakarta-kotabaru dengan transit di banjarmasin. Namun lagi-lagi pesawat banjarmasin-kotabaru dari maskapai singa udara telah sold out. Namun saya sudah terlanjur memesan pesawat Pangkalanbun-Jakarta pada pagi hari, dan karena semua alternatif untuk transportasi udara ke Kotabaru sudah tertutup, maka dengan terpaksa saya akan naik travel, nah travelnya inipun adanya malam hari. Alhasil dibanding saya harus menunggu di Banjarmasin, yang tempat ruang tunggunya kurang nyaman, maka saya memutuskan untuk mengambil penerbangan sore ke Banjarmasin, dengan harapan ketika saya sampai Banjarmasin, travel sudah ada. Dan akibat dari itu maka saya harus menunggu hampir 8 Jam di Bandara Soetta. Dan saya juga cukup bingung, harus saya gunakan apa waktu selama itu?. Saya menimbang–nimbang opsi-opsi yang ada:

1. Pergi ke mall di Jakarta untuk beli buku atau nonton menghabiskan waktu
Opsi ini sebenarnya amat bagus, jika saja Bandara dan Jakarta cukup dekat. Namun saya pikir ini Jakarta, dan kemacetan selalu menghantui dimana saja. Ujung-ujungnya saya pikir jadi merasa was-was. Jadi saya putuskan tidak mengambil opsi ini.

2. Menunggu di Lounge Bandara
Dan inilah opsi yang saya ambil. Kebetulan di Bandara ada executive Lounge Bandara yang didalamnya tersedia ruang tunggu yang cukup nyaman dan jika lapar, tinggal comot makanan disana. Lagipula masuknya juga gratis, tinggal tunjukkan kartu kredit.

Dan selama waktu tunggu tersebut, saya baca-baca majalah, koran yang tersedia disana. Dan tentunya sambil ngemil :P. Dan saya membeli majalah National Geographic edisi khusus Oktober yang cukup langka, namun saya menemukannya di Bandara. Kenapa saya bilang langka, karena saya cari di gramedia Bandung, majalah ini sudah tidak ada.

Dan setelah bosan baca, saya ngenet, karena wifinya cukup kencang juga. Dan tulisan ini pun saya tulis memanfaatkan free wifi ini. Masih tersesa 2 jam 40 menit lagi sebelum waktu keberangkatan saya. Dan saya kira banyak yang bisa saya kerjakan selama menunggu, tidak seperti yang awalnya saya kira saya akan kebingungan untuk berbuat apa selama 8 jam itu.

Menunggu itu menjengkelkan, namun bisa menyenangkan ketika kita bisa memanfaatkan waktu tersebut dengan sesuatu yang positif.

Sepeda Lipatku

Alhamdulillah akhirnya saya punya sepeda lagi, setelah sepeda terakhir saya dicuri orang. Kali ini saya milih beli sepeda lipat, meskipun sebenarnya ingin beli MTB. Karena kalo beli MTB susah dibawa2, lagipula saya beli sepedanya di Surabaya untuk dipergunakan di Kotabaru. Sehingga agar sepeda bisa masuk, saya pikir lebih simpel jika saya membeli sepeda lipat.

Awalnya saya bingung beli sepeda lipat merk apa. Namun setelah memertimbangkan antar polygon bike to word, wimcycle pocket, dan dahon, saya memutuskan beli dahon. Kenapa dahon?. Dahon merupakan merk sepeda dengan spesialisasi sepeda lipat, dan banyak pabrikan lain menggunakan lisensi dahon untuk memproduksi sepeda lipat, istilahnya DLT (dahon licensed technology). Meskipun dari harga lebih mahal, namun saya pikir dengan kualitas yang sudah teruji saya beli seli ini. Dan saya beli tipe Vitesse D7, dengan rangka alumunium alloy.

Dan sepeda ini akhirnya saya angkut dengan dimasukkan bagasi pesawat. Untuk Garuda, membawa sepeda gratis. Begitupun dengan Lion Balikpapan-banjarmasin, namun untuk wings air Banjar-Kotabaru, bagasi sepeda tidak gratis. saya sempat protes ke petugas check-in nya, kenapa Lion gratis, wings air bayar? petugasnya malah bilang harusnya di Lion juga bayar. dan dia sempat menyatakan hanya stik golf saja yang pasti gratis bagasi. jadi siapa yang salah??? entahlah.

mau lihat penampakannya?

 bike

Selesai sudah..

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, setiap permulaan pasti ada akhir. Rabu 23 Januari 2013 merupakan hari kelulusan kami dari program pendidikan calon pekerja PT Pertamina (Persero), yang artinya selesai sudah masa-masa menyenangkan penuh suka duka menjalani program pendidikan ini. Kami 41 orang BPS M&T bisa dikatakan sudah seperti keluarga, keluarga besar, yang memiliki ikatan batin satu sama lain, sehingga saat-saat akhir itulah keharuan yang ada, antara senang dan haru karena kami harus berpisah.

Acara penutupan berlangsung di gedung kantor pusat Pertamina, dengan ditutup langsung oleh direktur utama, Ibu Karen. Semua peserta, total berjumlah 267 orang, baik BPS maupun BPA dari berbagai direktorat berkumpul disana. Keceriaan terlihat dari wajah-wajah yang hadir hari itu. Riuh rendah suara-suara ceria terdengar bersahut-sahutan. Semua bergembira karena telah berakhir masa pendidikan. Menjadi awal permulaan kami untuk membangun bangsa negara melalui Pertamina.

Rabu malam kami berkumpul bersama, khusus direktorat kami, M&T. Dan kebetulan salah seorang kawan kami, Nia Ulang Tahun. Jadi sembari melaksanakan farewell party sekaligus merayakan ultah. Diakhir acara suasana mendadak haru. Kami akan berpisah satu sama lain. Menjalani pendidikan, mulai dari pendidikan karakter bersama, masa-masa berat ketika harus menjalani kewiraan di Malang, dan masa-masa di Cepu, Cirebon, Jakarta merupakan momen-momen yang menumbuhkan ikatan kebersamaan kami. Namun inilah awal perjuangan kami.

O ya, siang setelah wisuda, diumumkan tempat penugasan kami. Dan ternyata kami akan tersebar dari ujung barat sampai ujung timur ada. Seru sekali. Dan saya ditertawakan karena daerah penugasan saya juga termasuk terpencil haha. Tak apalah, Indonesia memang harus kita jelajahi.

Salam jaya Indonesia.