Archive for the ‘ Bandungku ’ Category

Andai Bandung punya MRT

Bandung, kata orang jamen baheula, merupakan kota yang indah, bahkan dijuluki paris van java yang artinya parisnya jawa, merujuk pada  keindahan kota Paris tentunya. Tentu julukan ini dulu didengungkan bukan hanya isapan jempol semata, tapi memang begitulah keadaanya. Tapi setelah puluhan tahun berlalu,  julukan ini masih juga saya dengar. Heran dimana miripnya???

Bandung sekarang merupakan kota dengan sejuta masalah, mulai dari sampah, infrastruktur jalan yang berlubang, kali yang kotor, pkl, dan kemacetan merupakan sedikit dari masalah yang dihadapi bandung saat ini. Dulu suhu di Bandung bisa dibilang sejuk, dan kata orang setiap pagi dulu selalu berkabut, tapi entah kenapa bandung saat ini juga sudah semakin panas.

Memang dulu keadaan bandung tidak seramai seperti sekarang, menurut data kependudukan, penduduk bandung zaman dulu hanya berkisar ratusan ribu- hingga jutaan, masalah yang ada juga tidak sekomplek seperti sekarang. Tetapi hal itu bukan berarti kita (dalam hal ini pemkot) dapat menyerah menghadapi masalah yang ada.

Bandung merupakan salah satu kota tempat impian para pencari kerja. Maka tak heran, banyak suku jawa, padang, batak, dan lain-lain bermukim di bandung. Hal ini hampir mirip Jakarta, dengan laju urbanisasi yang amat pesat, menjadikan Jakarta amat padat, dan hal ini mempengaruhi transportasi di sana, yang selalu macet. Jika Bandung tidak mengantisipasi hal ini, jangan kaget jika pada 2020 keadaan transportasinya bakal matot atau macet total, indikasi ke arah sana sudah terlihat dari sekarang.

Transportasi kota

Saat ini Bandung memiliki 3 moda transportasi publik, yaitu, angkot, bus damri, kereta. Angkot merupakan moda transportasi utama di Bandung ini. Jumlah angkot ini banyak mencapai 5000 jumlahnya. Tetapi jika dilihat loading factor angkot amat rendah, terkadang kita melihat angkot yang kosong melompong, tak ada penumpangnya. Akibatnya, angkot harus cari penumpang, dan ini berarti angkot akan ngetem di tempat2 strategis. Dan jika kita naik angkot yang jumlah penumpang sedikit itu, maka bersiaplah untuk bersabar, karena angkot anda kemungkinan besar akan mengetem.
angkot
Hal ini saya kira akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat kota. Selain angkot suka ngetem, terkadang untuk mencapai suatu tujuan harus naik lebih dari sekali angkot, dan hal ini menimbulkan biaya transportasi yang mahal. Akibatnya orang banyak yang enggan naik angkot, dan lebih memilih kendaraan pribadi yang tentunya akan menimbulkan potensi macet yang besar dan tidak efisien.

Transportasi  publik modern setidaknya mensyaratkan 2 hal, kenyamanan dan kecepatan. 2 hal itu tidak terpenuhi oleh transportasi publik yang ada di bandung ini.

Saya membayangkan seandainya di bandung ini ada MRT (Mass Rapid Transport) yang bisa berupa bus, ataupun kereta dalam kota, maka mungkin fenomena macet di jalanan bandung akan teratasi. Karena akan semakin banyak orang yang nyaman melakukan perjalanan dengan transportasi publik.
MRT

Foto-Foto Bandung Tempo Doeloe

Baru-baru ini di jalan layang pasupati, tepatnya di tiang2 penyangga jembatannya dipamerkan foto-foto jadul bandung atau foto Bandoeng tempo doeloe. Suasana dalam foto itu terlihat sangat asri, sehingga mungkin karena keasriannya, dulu bandung dijuluki “Paris van Java”. Melihat foto-fotop yang dipamerkan, sungguh sangat bertolak belakang dengan kondisi bandung sekarang. Bandung sekarang dengan populasi mendekati 3 juta jiwa, kondisinya amat “sareukseuk”. PKL, Kemacetan, jalan bolong2, merupakan sedikit dari permasalahan Bandung saat ini.

Ketua panitia Ben Wirawan mengatakan, Kala Bandung adalah perjalanan waktu Bandung yang tertuang dalam enam spanduk sepanjang 50 meter dan lebar 1,5 meter. Isinya, foto dan data sejarah serta perkembangan Kota Bandung. Selain itu, dipasang juga 18 foto berukuran 3,5 meter x 2,5 meter di sembilan tiang pancang jembatan layang Pasupati. Pengumpulan data dan foto dilakukan sejak delapan tahun lalu.

Tujuan acara ini adalah mengenalkan sejarah Kota Bandung kepada masyarakat lewat foto dan data. “Harapannya, masyarakat mengetahui masa jaya Bandung, lantas bisa mengambil pelajaran penting darinya,” ujar Ben.

Semoga dengan dipamerkannya foto2 jadul bandung, dapat menjadi renungan bagi tiap diri dari kita, sehingga kota Bandung dapat menata diri, sehingga pantas dijuluki “Paris van JAva” kembali.

Mau lihat fotonya, check this out

1.

 

Continue reading

Budaya Merokok

Fatwa haram merokok di tempat umum sudah diterapkan, sejak sebulan lalu, tetapi apakah ada perubahan dari para perokok untuk tidak merokok d tempat umum? Mungkin gambar di bawah in bisa menjelaskan realita sebenarnya dari para perokok negeri ini.
Gambar di bawah ini saya ambil di kereta api jurusan purwakarta-cibatu. Kenapa saya naek kereta ini? Itu ga penting. Tapi yang jelas kereta ini kereta ekonomi, para penumpang berjejalan, bau amoniak alias bau pesing, terhirup ketika kita hendak masuk gerbong, copet ada dimana-mana (meskipun sudah jarang terdengar lagi), dan yang lebih parah asap rokok ada dimana-mana. Tapi tahukah anda berapa tarif kereta ini?? hanya Rp 1000,- . Apakah karena kereta ini kereta ekonomi orang dengan bebas merokok di dalam gerbong? Tentu tidak bukan. Lalu timbul pertanyaan dalam benak saya (sambil nahan napas) apakah orang-orang ini tahu ada fatwa merokok di tempat umum haram? Apakah mereka tidak tahu? Ataukah mereka tidak peduli??.
Saya mengklasifikasikan orang-orang ini menjadi 4 kelompok? Bisa dilihat di bagan di bawah ini

                                       Peduli                                  Tidak Peduliuntitled

Tidak Tahu

Tahu

Pertama ada kelompok tidak tahu dan tidak peduli, Bagaimana tanggapan pembaca? Saya memberi komentar, bahwa orang itu udik, tentu saja ketinggalan zaman. Agak keras? It’s up2u. Mungkin persentase untuk kelompok ini sekitar 50%.
Kedua kelompok Tidak tahu tapi peduli, maksud peduli di sini ialah berusaha untuk menaati fatwa yang telah di keluarkan, tapi sayangnya orang ini tidak up2date, jadi saya beri komentar orang baik yang ketinggalan zaman. Persentase untuk kelompok ini 10%.
Ketiga, kelompok tahu tapi tidak peduli. Inilah dia sang trouble maker, penghambat majunya negara ini, punya tingkat toleransi yang rendah. Jadi apa komentar anda? Sampah masyarakat. Setuju?!
Untuk kelompok ini saya beri persentase 35%.
Keempat, kelompok Tahu dan peduli. Kelompok ini saya beri komentar sebagai Good Man, orang baik, penuh toleransi, sayangnya kelompok ini mempunyai persentase yang sangat rendah, mungkin hanya 5%.

Jika kita lihat negara-negara maju, karakter seperti kelompok 4 mungkin sudah merasuk ke dalam sanubari setiap orang disana, tetapi mungkin karakter 1-3 mungkin merupakan karakter yang sangat khas negara berkembang. Tapi para perokok yang saya sebutkan di atas juga tidak selamanya salah. Pemerintah dalam hal ini seharusnya ikut dalam pembentukan karakter bangsa, sediakanlah minimal gerbong kereta khusus perokok, sehingga orang2 nonperokok bisa lebih nyaman dalam bepergian.

Selain kereta api, masih banyak moda angkutan transportasi yang sangat2 tidak menghormati orang non perokok. Angkot, yang merupakan kendaraan rakyat di kota bandung, juga tidak bebas dari perokok, masih banyak para supir maupun penumpang yang merokok, dan bayangkan merokok di dalam mobil. Sangat luar biasa bukan!! Bonusnya bisa plusplus, rokok di dalam, bau knalpot diluar.
Sudah saatnya setiap warga negara di bumi Indonesia ini kembali mengahargai sifat toleransi. Bukankah negara kita, terkenal karena sifat toleransinya?

KRD Ekonomi: One stop Entertanment

Pergelaran konser merupakan suatu pertunjukkan musik yang biasa di helat di gedung-gedung pertunjukkan. Tak jarang untuk menontonnya kita harus merogoh kocek yang lumayan dalam. Dengan didukung kualitas alat dan kualitas gedung pertunjukkan yang memadai, maka penonton pun akan dibuai dialun oleh magis musik.

Tapi bagaimana seandanya jika pertunjukkan musiik tersebut tidak dihelat di gedung2 pertunjukkan yang megah, untuk menikmatinya pun kita cukup merogoh kocek sukarela. Dan yang lebih mengagumkan, konser tersebut dilakukan diatas suatu benda yang berjalan. Benda yang dmaksud disini tentu kendaraan, yaitu kereta api. Dengan dilengkapi gitar listrik, bass, drum, dan tentu saja vokal, menjadikan serasa konser sungguhan. Kereta api yang mengadakan konser ini bukanlah kereta mewah presiden, bukan pula kereta khusus para petinggi negeri ini, tetapi kereta rakyat alias kereta ekonomi, kereta murah meriah yang mampu menjadikan setiap manusia berpakaian rapi, berbau harum, klimis, menjadi berbau keringat, atau jika lebih sial bisa berbau pindang alias ikan asin, kusut masai, dan rambut acak-acakan. Sebuah kereta dengan karcis hanya 1000 rupiah untuk jarak bandung-cicalengka. Lalu pertanyaannya disini, bagaimana bisa?

Siang tadi seperti biasa saya menggunakan kereta api sepulang dari kampus, naik DSC02907kereta ekonomi, supaya hemat, hanya 1000 rupiah. Kereta yang saya tumpangi tidak begitu penuh, kursi2 pun banyak yang kosong. Maka saya pun dapat duduk dengan nyaman. Di tengah2 perjalanan datang lah para seniman musik kereta ini, dengan diiringi gitar listrik, bass, juga drum alias kendang, tak lupa juga sound system, mengalunlah lagu-lagu daerah, meskipun kualitas suara yang dihasilkan tidak begitu bagus, tapi cukuplah hal itu menarik perhatian saya. Mengapa tidak akustikan aja? tanyaku dalam hati. Tak terbayang betapa reppotnya mereka mengangkut semua barang2 itu. Apakah uang yang dihasilkan lebih besar? batinku lagi. Entahlah. Semua itu tetap misteri bagi saya. Yang jelas semangat mereka untuk terus eksis di tengah kondisi sulit bangsa ini patut diacungkan jempol. Mereka mau bekerja keras menembus para penumpang kereta yang berjejalan, dengan membawa barang2 yang berat, hanya demi sesuap nasi.

DSC02908Lalu mengapa dalam tulisan ini berjudul “krd ekonomi: one stop entertainment”, tentu saja karena konser musik diatas. Ditambah lagi dengan banyaknya, orang yang berjualan bermacam-macam barang, dari makanan hingga casing hp. Di kereta ini pula ada kotak amal, seperti halnya di konser sungguhan, hanya penyaluran kotak amal disini langsung kepada penerimanaya. Mengertikan maksud saya?. Yang jelas, jika suatu saat nanti pembaca  naik kereta yang saya ceritakan, kalau beruntung, akan mengalami kisah yang saya ceritakan diatas.

Sumbang saran untuk kota Bandung

SUMBANG SARAN UNTUK KOTA BANDUNG

Abstraks
Tulisan ini merupakan sumbang saran untuk Pemerintah Kota Madya Bandung berkaitan dengan tema kota. Bandung BERMARTABAT. Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT
menganugerahi kelebihan sumberdaya kepada kota Bandung. Sudah selayaknya pemerintah dan masyarakat kota Bandung mendayagunakan semua anugerah untuk meningkatkan harkat martabat masyarakatnya.Berbagi pengalaman dan menjadikan Bandung sebagai model pembangunan budaya Indonesia, modelpartisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pusat pengkajian dan penerapan serta studi banding bagi kotadi Indonesia dari semua aspek hidup dan kehidupan bernegara, bertetangga, berkomunkasi, bermusyawarah,berdemokrasi, transparansi, hak asasi dan penegakan hukum. Pendek kata, Bandung punya semua, ibaratpohon karet menunggu disadap getahnya, ibarat bijih emas menunggu ditambang. Continue reading

Bandung Utara..oh nasibmu

Mungkin teman2 pernah berkunjung ke bandung. Pada cari apa sih di bandung?? pasti sebagaian besar, ingin menikmati sejuknya kota bandung, ingin belanja, ingin wisata kuliner, atau manikmati indahnya bandung utara. KBU atau kawasan bandung utara merupakan wilayah paling indah atau paling sentral yang mudah dijangkau dari kota bandung. Tapi itu dulu… Continue reading