Kabut Asap

Sudah 10 bulan ini saya menjadi warga sampit. Sebuah takdir karena mengikuti tuntutan pekerjaan. Sampit, kadang ada orang yang belum tau dimana letaknya, adalah sebuah kota di Kalimantan Tengah, mungkin kota terbesar kedua di Kalteng setelah Palangkaraya. terkenal akibat kerusuhan etnis pada tahun 2000an. namun secara umum menjanjikan kesejahteraan bagi para pekerja keras. Mengapa saya tahu? karena kebanyakan warga sampit adalah pendatang, dan orang-orang kaya disini sebagian besar adalah pendatang, entah mereka berbisnis kayu, sawit,  batu bara, bijih besi, dan lain2nya.

Sampit adalah kota yang urat nadi perekonomiannya ditopang oleh sungai, sungai mentaya. aktivitas bongkar muat, baik komoditas sayuran, sampai hewan qurban didatangkan dari jawa dengan menggunakan kapal. Tanah di Sampit ini adalah tanah gambut, sehinngga jika hendak membangun rumah, secara tradisionalorang akan membuat pondasi pancang kayu, baru dibuat lantai semen, ya dengan pondasi kayu tersebut. Struktur ini juga sering saaya liat di Banjarmasin, dan Kotabaru.

Akibat dari pembabatan hutan, dengan alih fungsi menjadi hutan sawit. tanah di sampit sangat rawan terjadi kebakaran. Dan pada musim kemarau kemarin, terjadilah apa yang disebut kabut asap. Pekat, menyesakkan, dan baru pertama kali saya mengalaminya.

Namun alhamdulillah, seiring dengan datangnya musim hujan, kabut asap berangsur2 hilang, dan udara bersih datang kembali.

WP_20140927_11_09_29_Pro__highresWP_20140930_07_01_52_Pro__highres

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: