menunggu pesawat

menunggu

Menunggu mestinya merupakan suatu hal yang sangat dibenci orang pada umumnya. Dan menunggu merupakan hal yang saya benci, namun karena keadaan yang tidak memungkinkan saya harus menunggu. Hal ini bermula ketika saya hendak ke kotabaru dari pangkalanbun, ternyata penerbangan langsung tiketnya telah habis, dan salah satu alternatifnya adalah memutar lewat jakarta, kemudian jakarta-kotabaru dengan transit di banjarmasin. Namun lagi-lagi pesawat banjarmasin-kotabaru dari maskapai singa udara telah sold out. Namun saya sudah terlanjur memesan pesawat Pangkalanbun-Jakarta pada pagi hari, dan karena semua alternatif untuk transportasi udara ke Kotabaru sudah tertutup, maka dengan terpaksa saya akan naik travel, nah travelnya inipun adanya malam hari. Alhasil dibanding saya harus menunggu di Banjarmasin, yang tempat ruang tunggunya kurang nyaman, maka saya memutuskan untuk mengambil penerbangan sore ke Banjarmasin, dengan harapan ketika saya sampai Banjarmasin, travel sudah ada. Dan akibat dari itu maka saya harus menunggu hampir 8 Jam di Bandara Soetta. Dan saya juga cukup bingung, harus saya gunakan apa waktu selama itu?. Saya menimbang–nimbang opsi-opsi yang ada:

1. Pergi ke mall di Jakarta untuk beli buku atau nonton menghabiskan waktu
Opsi ini sebenarnya amat bagus, jika saja Bandara dan Jakarta cukup dekat. Namun saya pikir ini Jakarta, dan kemacetan selalu menghantui dimana saja. Ujung-ujungnya saya pikir jadi merasa was-was. Jadi saya putuskan tidak mengambil opsi ini.

2. Menunggu di Lounge Bandara
Dan inilah opsi yang saya ambil. Kebetulan di Bandara ada executive Lounge Bandara yang didalamnya tersedia ruang tunggu yang cukup nyaman dan jika lapar, tinggal comot makanan disana. Lagipula masuknya juga gratis, tinggal tunjukkan kartu kredit.

Dan selama waktu tunggu tersebut, saya baca-baca majalah, koran yang tersedia disana. Dan tentunya sambil ngemil😛. Dan saya membeli majalah National Geographic edisi khusus Oktober yang cukup langka, namun saya menemukannya di Bandara. Kenapa saya bilang langka, karena saya cari di gramedia Bandung, majalah ini sudah tidak ada.

Dan setelah bosan baca, saya ngenet, karena wifinya cukup kencang juga. Dan tulisan ini pun saya tulis memanfaatkan free wifi ini. Masih tersesa 2 jam 40 menit lagi sebelum waktu keberangkatan saya. Dan saya kira banyak yang bisa saya kerjakan selama menunggu, tidak seperti yang awalnya saya kira saya akan kebingungan untuk berbuat apa selama 8 jam itu.

Menunggu itu menjengkelkan, namun bisa menyenangkan ketika kita bisa memanfaatkan waktu tersebut dengan sesuatu yang positif.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: