Mencicipi bibimbap

Hari ini saya bersama teman-teman berpetualang kuliner kembali, setelah sebelumnya berburu kuliner enak di muara angke, hari ini kami mencicipi hidangan khas korea, ya korea, negeri yang budayanya sedang ngetop. Sebenarnya kami tidak sengaja mampir ke restoran korea ini, tadinya kami hendak makan di rumah makan padang sederhana, namun karena rumah makannya tidak ketemu, dan kami melihat ada restoran korea, maka kami putuskan makan disitu saja. Ini pengalaman saya makan di restoran korea, oleh karenanya saya sangat antusias untuk mencicipi kuliner khas negeri ginseng ini.

bibimbap

Bibimbap

Restoran korea ini terletak di dekat halte busway smk 57, namun saya lupa nama restorannya. Restoran ini memiliki desain yang sangat sederhana, bergaya restoran-restoran korea yang sering saya lihat di tv, berbentuk seperti rumah biasa, dengan tembok (bukan kaca), dan dengan pintu tertutup. Sekilas seperti rumah biasa, namun setelah saya buka pintu masuknya terlihatlah ruang restoran sebenarnya. Restorannya terlihat apik, dengan pilihan meja-kursi, dan lesehan. Terdapat pula sekat-sekat antar meja dengan hiasan tulisan korea. Kami memilih untuk duduk lesehan. Dan untuk menunya saya memesan bibimbap. Bibimpap adalah nasi ditambah sayuran-sayuran, dan daging serta diberi telur mentah yang diambil kuningnya saja dan ditaruh di mangkuk hotplate. Bibimbap ini untuk memakannya yaitu dengan cara diaduk dan ditambahkan sambalnya. Telur yang mentah tadi akan matang akibat panas hotplate.

sidedishkorea

side dish makanan korea

koreafood

sup iga sapi korea

Sambil menunggu pesanan, kami diberi side dish, makanan kecil. Saya juga agak kaget dengan banyaknya menu side dish ini, side dish ini disajikan dalam mangkuk kecil, berisi makanan seperti salad, kacang, brokoli saus korea, kangkung korea, timun, dan tidak lupa kimchi. Kami juga disajikan minuman teh korea. Kimchinya asem2 pedas, dan menurut teman saya yang pernah ke korea rasanya otentik, saladnya enak, namun brokoli saus koreanya rasanya agak aneh bagi lidah indonesia, begitu pula dengan kangkungnya. Sedangkan tehnya, unik rasanya, pahit-pait aneh, agak sulit digambarkan dengan kata2.

kekenyangan

Dan kekenyangan😀

Setelah menunggu, akhirnya pesanan kami datang, disajikan dalam porsi jumbo, dan amat sangat mengenyangkan, rasanya menurut saya enak. Disini kami merasakan budaya korea dalam hal keramahan terhadap pengunjung. Sang owner, ibu-ibu korea, datang ke meja kami untuk menyajikan side dish tambahan, dan mengobrol sebentar dengan kami, ibunya ramah sekali, apalagi teman saya bisa berbahasa korea sedikit, sehingga agak nyambung. Ketika kami hendak membayar, tak disangka-sangka kami disajikan minuman khas korea ditambah semangka, rasa jamunya seperti jamu menurut saya haha. Ibu-ibu korea itu mengantarkan kepergian kami sampai pintu keluar, dan menunggu kami sampai kami dapat angkot. Sungguh keramahtamahan yang jarang saya temui di indonesia.

Disini saya dapat ilmu,
1. Ramah terhadap pengunjung
2. Memberi makanan bonus ke pengunjung, tentu setelah mempertimbangkan untung ruginya. Ini membuat saya merasa mendapat bonus, dan ini membuat senang saya sebagai konsumen
3. Mengantarkan pengunjung ke depan pintu sembari mengucapkan terimakasih.

Ini bisa diaplikasikan ketika nanti saya punya perusahaan.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: