Letter of credit

LC

Siapa yang mau menjadi pengusaha ekspor impor? Saya mau, mungkin anda juga mau. Jika memang anda ingin menjadi seorang pengusaha di bidang ekspor impor, tentu anda harus mengetahui mekanisme pembayarannya. Kita harus hati-hati ketika sedang berbisnis dengan pihak yang jauh di luar negeri, dan kita tak pernah berkunjung kesana, maupun melihat kualitas produk yang dijual, kita hanya melihat iklan spesifikasi barang, dan kita merasa cocok dengan spesifikasinya, dan kita memutuskan untuk membelinya, namun bagaimana kita terhindar dari kekhawatiran bahwa barang yang kita pesan itu memang benar sesuai dengan iklannya?

Di dunia online, khususnya di Indonesia, mungkin anda pernah mendengar situs kaskus, di situs tersebut ada forum jual beli, yang mejual-belikan barang hanya berdasarkan spesifikasi dan juga foto barangnya, dan untuk menghindari resiko terkena tipu penjual, ada jasa yang dikenal dengan sebutan rekber atau rekening bersama. Rekber tersebut menjembatani kepentingan pembeli, khususnya. Jadi ketika pembeli hendak membeli barang dari penjual ia tidak mentransfer uangnya ke penjualnya secara langsung, namun ke rekening bersama. Ketika penjual telah mengirimkan barang, dan barang telah diterima pembeli, sesuai kesepakatan jual belinya, maka pihak rekber akan mentransfer uang, sejumlah barang, ke rekening penjualnya. Pembeli aman, penjual pun enak dalam berjualan karena akan pembeli yang tidak percaya ke penjual dapat dijembatani dengan adanya rekber. Tentu saja dalam hal ini rekber menerima fee dari jasanya tersebut.

Dalam perdagangan ekspor impor pun dikenal metode semacam rekber. Rekber disini tidak lain dan tak bukan adalah bank. Dan instrumennya dikenal dengan nama LC atau letter of kredit. Bagaimana mekanisme dari LC?.

LC bermula dari kesepakatan jual beli antara eksportir dan importir.ketika kesepakatan telah tercapai, pihak importir akan mengajukan LC ke bank, di dunia perbankan dikenal sebagai issuing bank, bank pun akan menerbitkan LC dan meneruskannya ke bank si eksportir, disebut negotiating bank, bank si eksportir ini kemudian akan meneruskan LC ini ke eksportir, kemudian eksportir ini akan mengirimkan barangnya melalui pelabuhan laut ataupun udara, dari pelabuhan tersebut akan muncul dokumen yang disebut Bill of Lading, dokumen ini akan digunakan untuk menebus barang di pelabuhan oleh importir. Negotiating bank, setelah menerima dokumen dari eksportir akan memeriksa LC dan dokumen, jika semua clear, maka dokumen pun akan diteruskan ke issuing bank, dan issuing bank pun akan mengirimkan uang pembayaran dari importir untuk diteruskan ke eksportir melalui negotiating bank. Importir pun akan menerima dokumen bill of lading, untuk menebus barangnya di pelabuhan.

Dalam mengajukan LC, pihak importir akan diminta untuk menambahkan jaminan, hal ini dilakukan bank, jika seandainya pihak importir wanprestasi, tidak mampu membayar LC nya. Biasanya pengajuan LC ini dilakukan untuk nilai transaksi yang besar, hal ini dikarenakan biaya jasa LC ini pun cukup besar. Sebagai gambaran, terdapat biaya LC yang mencapai 1/8% dari nilai total LC. Hal ini belum ditambah biaya porto, biaya advising, dan biaya lainnya.

O ya, jenis dari LC pun ada banyak, ada redclause lc, green clause lc, transferabble lc, back to back lc, yang mungkin akan saya terangkan secara singkat di tulisan lainnya. Sekian gambaran singkat mengenai oc dari saya, semoga berguna bagi yang membacanya..:)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: