Teknologi RFID untuk pembayaran tol

kemavetan gerbang tol
Baru-baru ini ramai diberitakan bahwa jasa marga akan memakai suatu system pembayaran pintu tol elektronik non stop. Sistem ini akan memungkinkan kendaraan terus melaju pada saat melewati gerbang tol. Selama ini Jasa Marga bersama Bank Mandiri menerapkan Sistem ERP (Electronic Road Pricing), dimana pengemudi kendaraan harus berhenti kemudian men-tap kartu ke alat pembaca di gerbang tol sebelum meneruskan perjalanan. Sistem ini memiliki kelemahan, yaitu akan tetap terjadi penumpukan penumpang di gerbang tol pada saat kondisi ramai.
Jasa Marga menyadari hal itu, maka dibuatlah system pembayaran elektronik tanpa kendaraan harus berhenti untuk men-tapping kartu. Menurut jasa Marga pengemudi cukup melintasi gerbang tol dengan kecepatan 10 kilometer per jam. Lantas saat terdengar ”bip”, ”bip”, dari perangkat on board unit (OBU) buatan Austria yang ditempel di kaca depan, palang pun terbuka.
Uji coba Jasa Marga memperlihatkan, transaksi dengan uang tunai butuh waktu 4-6 detik, dengan gardu tol otomatis (GTO) 2-3 detik, sedangkan nonstop transaction hanya 1,3-1,8 detik. Ada penghematan waktu lebih dari 30 persen, jika memakai system ini.
Sebenarnya teknologi apa yang digunakan oleh system pembayaran otomatis di gerbang tol?. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba membahas mengenai teknologi yang digunakan.
sistem yang digunakan dalam pembayaran tol elektronik ini memakai teknologi RFID (Radio frequency Identification), yaitu suatu teknologi untuk men-sensing menggunakan gelombang radio. Teknologi ini setidaknya membutuhkan 3 bagian, yaitu RFID-tag, Reader, serta system komunikasi.
reader
tag
RFID tag adalah alat untuk mentrasmisikan data ke reader. Reader adalah alat yang digunakan untuk membaca/menulis RFID-tag. Sedangkan system komunikasi disini ialah frekuensi yang dipakai untuk mengkomunikasikan tag dan reader. Ada 2 tipe dari RFID tag, yaitu aktif tag dan pasif tag. Aktif-tag mengandung transceiver, dan menggunakan baterai di dalamnya, sehingga jangkauan transmisi sinyal dapat mencapai 100 meter, namun tipe ini mahal dan harus mengganti baterai secara periodic. Sedangkan pasif tag tidak mengandung baterai, tag jenis ini hanya mentransmisikan sinyal yang diterima dari reader, sembari menambahkan data ke dalam sinyal termodulasi untuk kemudian di baca oleh reader. Pasif tag relative lebih murah dibandingkan dengan aktif-tag, namun jangkauan penerimaan sinyalnya tidak sejauh aktif tag.
rfid
Oleh karena komunikasi sinyal radio membutuhkan frekuensi yang sama, maka frekuensi dari system ini dikategorikan menjadi 3, frekuensi rendah, menengah, dan tinggi. Perbedaan frekuensi yang dipakai akan membedakan pula rentang jarak penerimaan-pembacaan sinyal. Secara
1. Frekuensi rendah (100-500 kHz), memiliki karakteristik jarak yang dekat, murah, dan memiliki kemampuan pembacaan sinyal yang rendah. Oleh karena itu frekuensi rendah acap kali digunakan untuk aplikasi identifikasi binatang, pengawasan barang, dan lain-lain.
2. Frekuensi menengah (10-15 MHz), memiliki karakteristik jarak dekat-menengah, dan memiliki kemampuan pembacaan rata-rata, frekuensi menengah ini biasa digunakan untuk akses control, kartu pintar.
3. Frekuensi tinggi (850-950 MHz atau 2,4-5,8 GHz), memiliki karakteristik jarak yang jauh, pembacaan yang cepat, mahal. Frekuensi jenis ini biasa digunakan untuk system pembayaran elektronik di pintu tol.
Penggunaan teknologi RFID ini di pintu tol telah digunakan sejak tahun 1980an. Dan sejak saat itu dilakukan pengembangan untuk system pembayaran elektronis di pintu tol. Pada tahun 1991, Amerika menggunakan system pembayaran tol elektronis, dimana kendaraan dapat melintas pintu tol tanpa berhenti untuk membayar. Sejak saat itu, banyak Negara mengadopsi system ini, diantaranya, Norwegia , Singapura, Inggris, Swedia, dan banyak Negara lain telah menggunakan teknologi ini.

c
Dengan kepadatan jumlah kendaraan di Indonesia, khususnya di Jakarta, penggunaan system pembayaran non-stop ini amatlah penting. Langkah jasa Marga untuk menggunakan teknologi ini patut diapresiasi dalam rangka meningkatkan efisiensi pengguna tol, dan juga meningkatkan pelanggannya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: