Jangan Mengeluh

ngeluh
Waktu-waktu menjelang ujian memang merupakan waktu yang agak meresahkan bagi sebagian orang. Terkadang ketika menjelang ujian ada yang stress lalu sakit, lalu ada yang terus mengeluh tanpa berbuat apa-apa, dan banyak hal lain yang sangat menjengkelkan saya. Kenapa saya jengkel? Karena keresahan orang-orang itu mereka bagi dengan orang lain. Dan itu membuat energy negative bagi orang yang mendengar, melihat, atau mengetahui hal itu.
Saya ingat waktu saya masih SD, ujian ya ujian saja, tidak ada rasa cemas, ataupun takut mendapat nilai jelek. Belajar pun saya seadanya, tidak menggebu-gebu, tidak ambisius. Hidup serasa indah waktu itu, dan hebatnya lagi, saya selalu masuk 2 besar di kelas,,hehe. Teman-teman saya pun seperti itu, tidak ada yang mengeluh (atau saya tidak tahu ya..), dan semua tampak oke ketika itu. Saya kangen masa-masa itu.
Lalu masuk jaman SMP dan SMA, disini tekanan hidup mulai sedikit terasa, saya selalu tidur cepat ketika menjelang ujian, tidak tahu kenapa, harusnya saya malah belajar lebih giat menjelang ujian, namun saya tidak, anomaly bukan?, dan itupun dibarengi dengan diare, ya diare, mungkin saya agak stress menjelang ujian, sehingga saya diare. Hidup pun menjadi tidak seindah ketika SD. Ketika SMP saya masih bisa masuk 10 besar dengan belajar malas-malasan, tidak ikut berbagai macam les seperti teman-teman saya ketika itu. Namun ketika SMA, keindahan hidup (maksudnya tentang nilai ya..) sepertinya hanya ketika saya kelas 1, saya masuk 3 besar ketika kelas 1, untuk matematika saya mendapat nilai tertinggi ketika itu. Memasuki kelas 2, akademik saya hancur. Namun ketika kelas 3 membaik lagi. Dan ketika saya SMP maupun SMA tidak ada yang menyebarkan energy negative dengan mengeluh dan berkeluh kesah di ruang public, yang mengganggu pikiran saya.
Ketika saya kuliah, saya pun jarang atau bahkan tidak ada orang-orang yang menyebarkan energy negative itu, yang ada hanyalah optimism disana-sini, yang ada hanyalah semangat, dan mereka tidak takut dengan ujian, karena mereka bersiap bertempur sebelum ujian berlangsung. Suatu suasana yang amat kompetitif.
Namun, sekarang ketika kehidupan pasca kampus, saya sebal dengan energy negative yang dihembuskan beberapa orang, mereka seringkali berkomentar hal-hal yang bagi saya amat annoying, misalnya “aduh belom belajar”, “yang bener bsk ujian”, dan lain-lain, dan karena perkembangan teknologi sekarang yang amat cepat, energy negative itu tersebar pula dengan cepatnya, misalnya lewat facebook, status BBM, twitter, dan sejenisnya. Meskipun bagi sebagian orang status seperti di media social itu biasa, amat biasa malah, namun bagi saya entah mengapa sangat mengganggu saya.
Henry Ford pernah berkata, whether you think you can or think you can’t, you’re right. You know that means, berhasil atau tidaknya kita sebenarnya adalah mengenai pikiran kita, jika kita berpikir kita bisa, maka insya Allah kita bisa, begitu pula sebaliknya. The secret, buku yang amat fenomenal itu juga berkata demikian, melalui hukum tarik-menarik, bahwa jika kita positif terhadap sesuatu, maka alam semesta akan ikut mendukung kita (bener ga??). Maka dari itu, dari seminar motivasi yang pernah saya ikuti, cara memacu alam bawah sadar kita salah satunya adalah dengan teknik afirmasi. Teknik afirmasi ialah dengan membayangkan kita telah berada dalam impian kita, misalnya; kita membayangkan bisa sedekah 100 juta/bulan, dia ber afirmasi, “Alhamdulillah, saya bisa sedekah 100 juta”, atau “besok saya ke kantor pake Ferrari”, diulang-ulang terus, seakan-akan kita sudah berhasil mencapai impian kita. Atau seperti yang pernah saya lihat di tv, seorang atlet senam yang harus melakukan gerakan rumit, dia ulang terus menerus gerakan tersebut dalam latihan, dan gagal terus, lalu dia mencoba teknik afirmasi, dia membayangkan dia melakukan gerakan itu, detail-detail gerakannya, bagaimana akhirnya ia berhasil melakukan gerakan rumit tersebut, dan apa hasilnya?, ia berhasil. Otak kita akan merespon apa yang kita pikirkan, terjadi “sambungan2 sinyal di otak” yang membantu untuk mencapai apa yang kita pikirkan, penjelasan itu saya lihat dalam acara tv tersebut, namun saya lupa nama acaranya apa. Dan alam bawah sadar kita akan memberikan semacam motivasi untuk mewujudkan impian kita tersebut.
Maka, be positive of what u think, and be careful of what u think.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: