Wawancara tvone dengan rin sakuragi

Gila bener, ini komen saya ketika melihat acara di tvone kemarin malem (22/10/11), wawancara tvone sama Rin Sakuragi, bintang porno asal jepang. TvOne mewawancarai bintang porno untuk mencari tahu, mengapa Jepang, sebuah Negara yang memiliki rasa malu besar, yang bangsanya melakukan hara-kiri ketika mereka merasa malu kepada dirinya sendiri, memiliki industry pornografi yang besar sekali.
Tvone diwakili oleh Alfito deannova (AD) untuk mewawancarai sang bintang, karena si Rin tidak bias bahasa Inggris, dan AD tidak bias bahasa Jepang, maka komunikasinya dilakukan dengan bantuan penerjemah. Oke garis besar wawancaranya seperti ini,
Rin memulai film pertamanya pada usia 18 tahun, sebuah usia dimana menurut UU Jepang dibolehkan untuk bekerja di bidang tersebut. Menurut RIn, awalnya ia dikecam oleh keluarga dan teman-temannya karena main film biru, namun setelah Rin menjelaskan segalanya ke ortu dan teman-temannya, mereka mengerti dan mendukung langkah Rin (wtf). Rin melakukan profesi ini karena ia senang dengan pekerjaannya, dank arena  ia tidak suka rutinitas, dan dengan menjalani profesi ini,  ia menghasilkan 1 film per bulan, pengambilan gambarnya dilakukan selama3 hari, dengan 2 hari syuting, dan 1 hari sesi pemotretan., begitu penuturan Rin. Ketika ditanyakan tanggapan masyarakat atas status Rin yang bintang porno, ternyata masyarakat Jepang menerimanya, dia tidak pernah diolok-olok oleh para tetangga, maupun masyarakat tempat ia tinggal. Lalu ketika ditanya, kontradiksi  atas budaya malu masyarakat Jepang, Rin agak kesulitan dalam menjawabnya, dan akhirnya ia menjawab, tidak apa-apa asalkan ia senang menjalani profesinya itu.
Kira-kira isi wawancaranya seperti itu. Beda Jepang beda Indonesia, disana pornografi berkembang dengan pesatnya, dan mungkin merupakan salah satu penerimaan Negara yang besar. Para bintangnya pun tidak malu dengan profesinya, malahan mereka seakan bangga menjalani profesi yang tidak biasa itu. Saya sangat heran, ketika keluarga Rin mendukung langkah Rin terjun ke dunia hitam itu, bayangkan ada ortu yang mengijinkan putrinya dijamah, dan ditonton sedang melakukan perbuatan zina, sudah gila dunia ini tampaknya..
Namun, di Jepang budaya toleransi sangat tinggi, masyarakatnya  sangat toleran terhadap bintang porno, padahal jika di Indonesia, sudah habis itu orang, contohnya dengan melihat kasusnya luna-ariel. Mereka mungkin berpikir, selama tidak mengganggu mereka, tidak ada yang perlu diberhentikan.  Anyway, ternyata kiamat sudah dekat, waspadalah-waspadalah..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: