Keuntungan Perbankan Luar Biasa,,tapi

bank
Memasuki semester pertama 2011 ini perusahaan yang sudah go public mulai melakukan publikasi kinerja selama 6 bulan terakhir ini. Mulai dari BUMN hingga swasta mulai memuplikasikannya baik melalui koran, internet, dan media-media lainnya. Yang amat mencengangkan laba bank-bank BUMN kita amatlah besar, misalkan bank BRI mengumumkan bahwa laba semester pertama ini mencapai 6.79 T, Bank Mandiri mencatatkan laba 6.3 T. Tentu besarnya keuntungan ini bagaikan 2 sisi mata pisau, disatu sisi dengan keuntungan yang semakin besar, maka deviden yang diberikan untuk negara akan meningkat, sehingga pendapatan negara pun meningkat, namun disisi lain hal ini menunjukkan bahwa sebetulnya bank-bank ini mampu untuk memberikan kredit yang lebih murah kepada yang membutuhkan.

Bank, menurut sumber yang saya baca, adalah suatu institusi yang menjembatani antara pihak yang mengalami kelebihan dana dan menyalurkannya ke pihak yang membutuhkan dalam bentuk kredit. Bank diklaim sebagai suatu institusi penggerak perekonomian bangsa. Agar pihak-pihak mau untuk menyimpan dananya di bank, maka bank memberikan bunga sebagai bentuk imbalannya, dan sebaliknya mengenakan bunga kepada pihak yang meminjam dana, selisih bunga pinjaman dan bunga simpanan merupakan keuntungan bank, yang di dunia perbankan istilahnya spread. Dengan keuntungan bersih yang begitu besar, setidaknya kita bisa melihat indikasi bahwa sebetulnya jika mau untuk menghidupkan perekonomian masyarakat sesuai jargonnya, maka bunga kredit bisa diperkecil, hal ini tentu akan berakibat banyak sisi positif, diantaranya; permodalan semakin murah, beban pengusaha akan semakin ringan dalam membayar bunga sehingga ongkos produksi akan berkurang, dan pada akhirnya masyarakat akan mendapatkan produk murah, sehingga daya beli masyarakat akan makin meningkat.

Membandingkan BUMN lain, keuntungan bank ini amatlah superior, hanya telkom yang sejauh ini mampu mendekati laba dari perbankan. Laba Telkom pada semester 1 ini mencapai 5.7 T. Masih kalah oleh perbankan. Bahkan Garuda mengalami kerugian sebesar 185 M. Menurut hemat saya sebagai seorang awam, Indonesia harus menurunkan suku bunga kredit, hal ini penting untuk menggerakkan sektor riil, jika sektor riil meningkat maka perekonomian bangsa akan semakin meningkat pula. CMIIW…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: