mitos uang

1. Korban Kapal Karam

1Sebuah ledakan membuat kapal mereka hancur. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri dengan meraih sisa-sisa serpihan kapal. Pada akhirnya hanya tersisa 5 orang yang selamat, kemudian mereka bersama-sama meraih sebuah serpihan yang besar untuk digunakan sebagai rakit. Setelah terombang-ambing di lautan selama berjam-jam, mereka akhirnya terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni. Siapa mereka?. Frank, seorang tukang kayu, berperawakan besar, dan energetik. Lalu Paul, seorang petani. Lalu ada Jim, seorang peternak. Dan Harry, seorang ahli tanaman. Dan ornag terkhir, Tom, seorang ahli mineral.

2. Pulau yang diberkahi

2Bagi kelima orang tersebut, menjejakkan kaki di pulau tersebut bagaikan hidup kembali. Setelah mereka mengeringkan dan mengahangatkan diri, kemudian mereka jalan-jalan untuk mengeksplorasi pulau tersebut, yang ternyata pulau tersebut jauh dari peradaban.

Pulau tersebut bukanlah pulau karang. Dan pulau tersebut tidak dihuni oleh manusia. Namun, mereka mengasumsikan, pulau tersebut suatu ketika pernah ada penghuninya, dengan melihat hewan-hewan yang bukanlah asli dari pulau tersebut. Dan Jim, sang peternak, yakin dia dapat mengembangbiakkan, dan merawat hewan-hewan yang terlantar itu.

Paul, menilai pulau tersebut cocok untuk pertanian. Harry menemukan pohon-pohon buah, yang jika dirawat dengan serius dapat memberikan hasil yang baik. Dan yang terpenting, pulau tersebut memiliki hutan, yang terdiri dari berbagai macam pohon, sehinggga mereka dapat memanfaatkan kayunya untuk membuat rumah bagi komunitas kecil tersebut.

Tom juga menemukan formasi batuan yang menunjukkan tanda-tanda dari kayanya bahan-bahan mineral di pulau tersebut. Dengan sedikitnya peralatan, tom masih yakin, dengan kepintarannya, dia dapat memroduksi metal dari bijih-bijih metal.

Jadi tiap-tiap orang dapat menghasilkan sesuatu untuk komunitas tersebut dengan keahlian mereka masing-masing

3. Kekayaan Sebenarnya

3Tukang kayu membuat rumah-rumah, dan furniturnya. Pada awalnya mereka mencari makan dengan mencarinya di alam,. Tetapi ke depannya, sang petani, yang menggarap lahan pulau akan panen dan dapat memenuhi kebutuhan makan komunitas kecil tersebut.

Dari waktu ke waktu, pulau tersebut semakin kaya. Itu adalah kekayaan yang terdiri bukan dari emas ataupun uang, namun terdiri dari kekayaan sebenarnya, berlimpahnya makanan, dan pakaian, hingga rumah, semua kebutuhan dasar manusia.

Setiap orang bekerja dengan menghasilkan sesuatu yang menjadi keahliannya. Dan jika mereka membutuhkan sesuatu, mereka bertukar barang.

Kehidupan tidak selalu berjalan mulus dan komplit sesuai dengan harapan mereka. Mereka kekurangan sesuatu yang biasanya ada dalam kehidupan mereka.

Disamping itu, semua mempunyai pengalaman depresi di kanada. Mereka masih mengingat bagaimana perut mereka kosong kelaparan. Namun minimal, di pulau itu, mereka tidak dipaksa untuk menemui sesuatu yang biasanya ada dalam kehidupan mereka sebelumnya. Misalnya harus membayar pajak, dan dihantui dengan hutang. Mereka bekerja keras dan mereka dapat menikmati hasilnya sepenuhnya, tidak dipotong sana-sini.

4. Ketidaknyamanan

Dengan berkembangnya sistem ekonomi yang sederhana ini, mereka terkadang kesulitan ketika hendak menukarkan sesuatu, dan barang yang akan ditukarkan belum ada. Misalnya, kayu akan ditukar dengan kentang, padahal kentangnya belum ada, belum panen. Lalu terkadang, mereka kesulitan untuk menakar barang yang akan ditukar, misalnya 1 kayu bisa membeli berapa kentang, dan seterusnya.

Semua kerumitan bisnis ini menimbulkan beban bagi mereka. Dengan sistem moneter, bagaimanapun juga, suatu barang dapat ditukarklan dengan sejumlah uang. Dengan uang ini , mereka dapat membeli barang dari seseorang di komunitas tersebut, ketika barang tersebut ada.

Mereka kemudian sepakat bahwa menggunakan uang akan lebih baik. Namun, diantara mereka tidak ada yang tahu bagaimana cara memproduksi uang, yang mereka tahu hanya memproduksi barang, kekayaan sebenarnya.

5. Kedatangan Penghuni Baru


6Suatu ketika, pulau tersebut kedatangan seseorang, korban selamat dari kapal karam. Namanya Oliver.

Mereka amat senang kedatangan teman baru, sehingga mereka memperlakukan oleiver dengan baik, mereka pun mengajak Oliver berkeliling pulau untuk memperkenalkan pulau tersebut kepada Oliver.

Mereka pun berkeluh kesah kepada Oliver, meskipun mereka memiliki kekayaan alam di pulau tersebut, namun mereka terkadang kesulitan ketika hendak menukarkan suatu barang, dan mereka pun berkeinginan untuk memiliki suatu sistem keuangan, dengan uang sebagai alat tukarnya.

Oliver pun memperkenalkan dirinya, bahwa ia adalah seorang bankir, dan ia berjanji untuk membuatkan mereka suatu sistem keuangan bagi mereka. 5 sekawan tersebut amat bahagia kedatangan seorang Bankir. Mereka menganggap Oliver sebagai malaikat penolong mereka.

6. Peradaban surga

Di saat 5 sekawan bekerja untuk memproduksi barang, Oliver hanya disuruh untuk membuat serta menjalankan sistem keuangan. Oliver pun berjanji untuk membuat sistem yang memuaskan mereka semua, dan ia pun mengklaim akan membawa kesejahteraan untuk komunitas tersebut.

Namun sebelum Oliver memulai pekerjaanya, ia pun meminta kepada 5 sekawan untuk menurunkan semua barangnya dari perahunya. Barang itu adalah sejumlah kertas, dan alat cetak yang dilengkapi dengan tinta dan alat tulis, serta suatu tong berisi EMAS.

Mereka pun terbelalak mendengar kata EMAS. Mereka pun semakin mengagungkan Oliver sebagai seorang bankir sejati karena memiliki emas. Emas tersebut, kata oliver, tidak untuk digunakan dalam perdagangan. Emas harus disembunyikan, karena emas adalah jiwa dari uang. Oliver akan mencetak sejumlah kertas yang merepresentasikan emasnya. Dia membuat bermacam-macam nominal, ada $1, $5, $10, $50, $100

7. Penggalian rahasia

Oliver lalu bertanya kepada 5 sekawan tersebut, berapa jumlah uang yang akan mereka minta untuk memfasilitasi perdagangan. Mereka berdiskusi, dan memutuskan mereka membutuhkan $200 setiap orang.

Mereka kemuadian berpisah, sementara oliver sibuk untuk mencetak uang.

sangat mudah mencetak uang. Semua nilai ini datang dari produk yang akan dibeli. Tanpa produksi, uang ini tak ada artinya. Lima sekawan ini ini tidak sadar akan hal itu. Merka pikir uang ini diturunkan nilainya dari emas. Ketidaktahuan ini, membuat saya master mereka”

8. Siapa yang memiliki uang

5 bundel uang tergeletak di meja. “sebelum saya distribusikan uang ini”, Bankir berkata, “saya mohon perhatian dahulu”

Sekarnag, basis dari semua uang ini adalah emas. Dan emas yang disimpan oleh saya di brankas di bank saya adalah emas saya. Konsekuensinya, uang ini adalah uang saya. Maka saya pinjamkan uang ini dan kalian harus membayar bunga dari uang yang kamu pinjam ini. Mempertimbangkan uang langka disini. Saya pikir bunga sebesar 8% ini cukup proporsional.

Oh, hal ini amat masuk akal Tuan Oliver”

Teman-teman. Bisnis adalah bisnis, bahkan dengan teman. Sebelum kalian mendapatkan uang, setiap kamu harus menandatangani sebuah surat perjanjian, yang menyatakan bahwa kalian akan membayar bunga sekaligus pokok, dengan pinalti penyerahan properti kalian, jika kalian tidak sanggup membayar. Oh! Ini hanya formalitas kawan, tidak usah khawatir. Saya puas dengan uang saya. Dan saya pikir saya akan mendapatkan uang saya kembali dan kalian juga dapat menjaga properti kalian”.

Hal itu masuk akal Tuan Oliver. Kami akan bekerja keras untuk membayar uang.”

Semangat yang bagus. Dan jika suatu ketika kamu menghadapai masalah, datanglah pada saya. Saya merupakan teman baikmu. Dan ini uang $200 nya”.

Dan kelima sekawan ini pergi, uang mereka penuh dengan dolar, mereka senang bukan kepalang karena memiliki uang.

9. Masalah Hitung

Dan uang Oliver pun bersirkulasi di pulau tersebut. Perdagangan menjadi lebih mudah dengan menggunakan uang. Semuanya senang.

Namun lihat sekarang,,kenapa tom,sang ahli mineral, tampak amat pucat pasi, dia duduk dan dengan pensil dan kertas ditangan? hal ini karena Tom, sama dengan lainnya, telah menandatangani perjanjian untuk membayar oliver, dalam jangka waktu 1 tahun, $200 plus $16. Namun Tom hanya memiliki sedikit dolar di dompetnya, dan tanggal jatuh tempo semakin dekat.

Selama jangka waktu yang lama, dia terus bergulat dengan problem ini dari sudut pandang dirinya, tanpa sukses. Lalu akhirnya dia melihat dari sudut pandang komunitas secara keseluruhan.

Dengan melihat setiap orang di pulau secara keseluruhan, dia berpikir, apakah kita mampu untuk membayar hutang kita? Oliver meminjamkan secara total $1000. Dan dia meminta pengembalian $1080. Namun, bahkan jika kita membawakan ia seluruh uang dollar di pulau ini, kita tetap akan kekurangan $80. Dan $80 ini tidak ada, karena tidak pernah dibuat. Jadi Oliver dapat mengambil alih segala aset di pulau ini, karena kami tidak bisa membayar total hutang, pokok+bunga.

“Bahkan jika ada yang bisa membayar Oliver, maka yang lain akan jatuh. Dan yang bisa membayar itu kemudian secara berangsur-angsur akan jatuh juga. Bankir akan memiliki segalanya. Kita harus berkumpul dan memutuskan apa yang harus kita buat”

Tom, menjelaskan kepada kawan-kawannya, dan tanpa keraguan, teman-temannya pun mengerti, mereka telah ditipu oleh bankir. dan mereka pun memutuskan bertemu dengan Oliver.

10. Bankir yang Baik


7Frank mewakili rekan-rekannya berkata kepada Oliver,

“bagaimana kami bisa membayarmu $1080 ketika hanya terdapat $1000 di seluruh pulau?”

“Itu adalah bunga kawan. Apakah produksimu meningkat?”

“Tentu saja, namun uang tidak. Dan uang yang kamu minta, bukanlah produk kamu. Kamu adalah satu-satunya orang yang membuat uang. Kamu mencetak hanya $1000, dan kamu minta pengembalian $1080. Itu mustahil!”

“Sekarang dengarkan teman-teman. Bankir, untuk kebaikan komunitas, selalu beradaptasi terhadap kondisi lingkungannya. Sekarang saya hanya meminta bunga $80 .Dan kalian peganglah pokoknya”

“apakah anda hendak membatalkan $200 yang kami pinjam?”

oh tidak, maafkan saya kawan, namun seorang bankir tidak akan memutihkan suatu hutang. Kalian masih berhutang pada saya. Tetapi kalian akan membayar saya, tiap tahun, hanya bunganya saja. Jika kamu membayar bunga, saya tidak akan memaksa kamu membayar pokoknya. Mungkin beberapa dari kalian tidak akan mampu membayar bunga, karena uang selalu berpindah diantara kamu. Well, atur diri kalian seperti suatu kesatuan. Buat suatu sistem pemerataan uang, yang kita sebut pajak. Barang siapa yang memiliki uang lebih, maka pajaknya akan semakin besar, dan yang memiliki sedikit akan sedikit pula pajaknya. Dengan begitu, kalian bisa membayar saya dalam satu paket bunga, dan saya akan puas, begitu juga kalian.

Mereka pun pulang , namun masih bingung dengan penjelasan si bankir.

11. Oliver Gembira

8Oliver sedang sendiri. Dia merenung.

“Bisnis sedang bagus. Orang-orang ini adalah pekerja keras, namun bodoh. Ketidaktahuan mereka adalah kekuatanku. mereka minta uang, saya beri mereka perbudakan. Mereka memberi saya bunga, saya ambil dompet mereka.

“Memang benar, mereka bisa saja membuang saya ke laut. Namun, saya punya tanda tangan mereka. Mereka orang jujur. Mereka akan memegang janji mereka. Jujur, para pekerja keras ini akan melayani para pemodal.

Oh tuanku! saya merasa banking mu amat jenius, merasuk ke dalam darahku! Oh Tuanku! Betapa benarnya engkau ketika kau berkata ” Berikan saya kendali atas uang suatu negara, dan saya tak peduli siapa yang membuat hukum si negara itu”. Saya adalah juru selamat dari pulau ini, karena saya lah yang memegang kendali uang di pulau ini.

“Saya mabuk akan antusiasme dan ambisi. Saya merasa, saya dapat menguasai dunia. Apa yang kamu lakukan di pulau ini Oliver. Jika saja saya bisa keluar dari pulau ini, saya tahu bagaimana saya dapat menguasai dunia tanpa memakai mahkota.

12. Ongkos Hidup Semakin Mahal


11Sementara itu, segala sesuatunya berjalan makin buruk di pulau tersebut. Produksi naik, dan namun barter menurun. Oliver mendapatkan bunganya secara regular. Yang lain harus memikirkan pengaturan menyisihkan uang baginya. Dengan demikian, uang cenderung mengendap bukan beredar secara bebas.

Mereka yang membayar pajak paling tinggi mengeluh terhadap mereka yang membayar kurang. Mereka menaikkan harga barang-barang mereka untuk mengkompensasi kerugian ini. Bagi mereka yang miskin yang tidak membayar pajak menyesalkan tingginya biaya hidup, dan membeli lebih sedikit.

Jika satu orang mendapatkan pekerkaan, mereka menuntut kenaikan gaji untuk menutupi biaya hidup.

Moral sangat rendah. Kenikmatan tak lagi dialami mereka. Tidak satupun yang mengambil bunga pada hasil kerja mereka. Kenapa harus seperti itu? Kemampuan produksi tak diimbangi kemampuan membeli. Ketika mereka akan membuat penjualan, mereka harus membayar pajak kepada Oliver. Mereka pergi tanpa mendapatkan apa-apa. Ini merupakan krisis yang nyata.  Dan mereka beralasan, salah satu sari mereka membutuhkan derma, karena biaya hidup yang makin tinggi.

Suatu hari, Harry, sedang duduk di kebunnya, berpikir mengenai kondisi di pulau tersebtu. Dan akhirnya dia sampai pada suatu kesimpulan bahwa progress yang terjadi, melahirkan sistem moneter pengungsi, yang merusak segalanya di pulau tersebut. Tidak diragukan lagi, mereka berlima bersalah, namun sistem yang oliver buat terlihat didesain untuk merusak kehidupan.

Harry memutuskan untuk mendemonstrasikan hal ini ke teman-temannya untuk kemudian bersatu untuk melancarkan protes. Dia memulai dengan bertemu Jim, yang tidak sulit untuk percaya. “Saya tidak jenius”, dia berkata, ” Tetapi setelah selama ini, saya merasakan ada bau busuk di sistem ini”

Satu persatu mereka mencapai kesimpulan yang sama, dan mereka sepakat untuk berbicara kepada Oliver atas situasi ini.

13. Diperbudak Oliver


12Uang langka di pulau ini, kawan, karena kau ambil dari kami! Kami membayar kau dan terus membayar, dan kami tetap mempunyai hutang sebesar hutang kami awal. Kami bekerja keras! Kami telah berusaha yang terbaik di pulau ini, dan keadaan kami terus memburuk dibanding sebelum kedatangan anda. Hutang!hutang! terus mencekik leher kami!”.

“Oh! Kawan-kawan, rasional lah! Keadaan kalian sedang booming, dan berterima kasihlah padaku. Sebuah sistem banking yang baik adalah aset terbaik suatu negara. Tetapi jika kalian bekerja untuk mencari keuntungan, kamu harus memiliki bankir yang bisa dipercaya. Datanglah padaku seperti datang ke ayah kalian…apakah uang yang kalian inginkan?Baik. Tong emas saya masih cukup untuk beberapa ribu dollar.  Dan saya akan meminjamkan 1000 dollar lagi sekarang.

“Jadi! Hutang kami sekarang menjadi $2000! Kami akan membayar bunga 2x lipat untuk membayar selama sisa hidup kami”!

“Well, ya- namun saya akan meminjamkan lagi padamu ketika nilai dari properti kalian meningkat. Dan kamu tidak akan membayar apapun, hanya bunga.  Kalian akan menyatukan semua hutang kalian- yng kami sebut hutang konsolidasi. Dan kalian dapat menambahkannya ke hutang, tahun demi tahun.”

“Dan menaikkan pajak, tahun demi tahun?”

“Jelas. Tetapi pemasukan kalian juga akan meningkat tiap tahun.”

“Maka, semakin negara berkembang tiap tahun karena kerja kita, semakin hutang publik meningkat!”

“Kenapa, tentu saja! Seperti hal nya di negaramu . Derajat peradaban suatu bangsa selalu diukur berdasarkan ukuran hutangnya ke bankir.”

14. Serigala Memakan Domba


13Dan itu sistem moneter yang sehat, Tuan Oliver?”

“Saudara-saudara, Uang dicetak berdasarkan dari emas, dan uang keluar dari bank dalam bentuk hutang. Hutang nasional dalah sesuatu yang bagus.  Hal itu akan membuat seseorang tidak akan cepat puas.  Sebagai seorang bankir, saya adalah obor dalam peradaban di pulau kecil kalian. Saya akan mengatur politik anda dan standar hidup anda.”

“Tuan Oliver, kami merupakan sekumpulan yang kurang berpendidikan, tetapi kami tidak ingin peradaban seperti itu disini. Kami tidak mau meminjam se sen pun lagi dari anda. Kami tidak mau melakukan transaksi lagi dengan anda”.

“Gentleman, saya menyesal dengan keputusan yang anda buat. Namun jika kalian memutuskan perjanjian dengan saya, ingat, saya mempunyai tandatangan kalian. Bayar saya semua, pokok+bunga.”

“Tapi itu tidak mungkin tuan. bahkan jika kami memberi semua uang di pulau ini, kami tetap tidak dapat melunasinya.”

Beerdasarkan kontrak perjanjian kita, saya akan mengambil agunan kalian, yang kalian setujui tempo hari.  Jika kalian tidak setuju, maka saya akan paksa kalian mematuhi kontrak. Kamu dapat melanjutkan untuk mengeksploitasi pulau ini, namun dengan bunga dan dengan syarta. Sekarang, Keluar kalian! kalian akan dapat perintah dari saya mulai besok.”

15. Mengontrol Media


14Oliver tahu, siapa yang mengontrol uang suatu negara, maka ia akan mengontrol negara tersebut. Namun ia juga tahu, untuk mempertahankan kontrol itu, penting untuk menjaga orang-orang dalam ketidaktahuan, dan membiaskan mereka,

Oliver telah mengamati para penghuni pulau, 2 adalah orang-orang konservativ, dan sisanya liberal.  Dan antara konservativ dan liberal, akan ada friksi yang konstan.

Pada suatu kesempatan, Harry, orang yang paling netral diantara mereka berlima, mempertimbangkan semua memiliki kebutuhan dan aspirasi yang sama, dia menganjurkan perserikatan dari orang-orang tersebut untuk memberi tekanan pada Oliver, sang pembuat aturan. Sesuatu seperti serikat, oliver tidak akan menoleransinya, hal itu akan memberi efek buruk bagi dia.

Lalu, Oliver  berusaha untuk menimbulkan gesekan politik diantara mereka.

Dia membiayai koran, “The Sun” Untuk para liberal, dan “”The Star, untuk para konservativ. Berita utama The Sun adalah seperti; Jika kalian tidak memiliki apa-apa lagi, hal itu karena pengkhianat konservativ yang telah menjual pulau ini pada konglomerat.

That of “The Star”: “The ruinous state of business and the national debt can be traced directly to the political responsibility of those unmentionable Liberals.”

Dan The Stra, berita utamanya: ” Hancurnya negara, bisnis pada umumnya, dan hutang publik adalah karena tanggung jawab para liberal.”

16. Batu yang tidak Berharga


16Suatu hari, Tom, menemukan sesuatu di pantai, tersembunyi oleh semak belukar, sebuah perahu, kosong yang ada hanyalah celana yang masih bagus tergeletak di perahu tersebut.

dia membuka celana tersebut. Diantara berbagai artikel yang ditemukan di celana tersebut, dia menemukan artikel yang berjudul “Tahun Pertama dari Kredit Sosial”.

Tom ingin tahu apa itu kredit sosial, tom lalu duduk dan membaca artikel tersebut. Dia tertarik dan ekspresi muka nya pun memancarkan kegembiaraan.

“Lihat ini!” Dia berteriak. ” Ini merupakan sesuaru yang seharusnya kita tahu sejak dulu.”

“Uang mendapat nilainya, tidak dari emas, namun dari produk yang bisa uang beli.

Sederhananya, Uang seharusnya hanya merupakan alat akuntansi, kredit mengalir dari satu akun ke akun lainnyaberdasarkan jual beli. Dan jumlah total uang bergantung banyakya total produksi.

Setiap kali produksi meningkat, ada korelasinya dengan meningkatnya jumlah uang. Tidak seharusnya kita membayar bunga untuk uang baru. Progres meningkat, bukan karena hutang publik, tetapi dengan penerbitan uang yang sesuai dengan dividen masing-masing individu…Harga ditetapkan olej kekuatan membeli oleh koefisien harga. Kredit sosial…”

Namun tom, tidak dapat menahan dirinya. Dia bangkit dan berlari untuk memberitahu teman-temannya bahwa ia membawa penemuan yang luar biasa.

17. Uang-alat hitung


17Tom akhirnya mengajar teman-temannya. Dia mengajarkan apa yang ia pelajari dari artikel mengenai kredit sosial.

“Ini”, dia berkata,” adalah apa yang dapat kita lakukan tanpa menunggu bankir dan emasnya, dan tanpa hutang.

Saya membuaka akun dengan masing-masing nama kalian. Pada kolom sebelah kanan adalah kredit yang akan meningkatkan nilai akun kalian, kolom sebelah kiri adalah debit yang akan mengurangi nilai dari akun kalian.

Setiap orang akan menerima $200 sebagai modal awal. Maka kita menulis $200 pada kolom kredit.

“Misalnya, Frank akan membeli barang dari paul $10. Saya akan mengambil $10 dari Frank, dan menyisakan $190. Dan saya tambahkan$10 ke paul, dan Pual sekarang akan memiliki $210.

“Jim membeli dari Paul dengan jumlah $8. Maka saya mengambil $8 dari Jim, menyisakan $192. Dan sekarang Paul memiliku $218.

dan begitulah seterusnya, mengalir dari satu akun ke akun yang lain, sama halnya dengan berpindahnya uang dari satu orang ke orang lainnya.

Jika seseorang membutuhkan uang untuk ekspansi produksinya, kita akan mengeluarkan kredit baru. Jika dia telah menjual semua produknya, dia akan membayarnya kembali ke akun publik.  Sama dengan pekerjaan umum, dibiayai oleh kredit baru.

Demikian juga, setiap akun akan secara periodik meningkat, namun tanpa mengambil kredit dari yang lain. Ini merupakan dividen nasional. Uang adalah pelayan manusia, bukan sebaliknya.

18. Sang Bankir Putus Asa


18Semua orang mengerti. Setiap anggota dari komunitas kecil ini merupakan para kreditor sosial. Hari selanjutnya, Oliver, sang bankir, menerima surat yang ditandatangani mereka berlima.

“Tuan yang baik! Anda telah menjerumuskan kami dalam hutang dan mengkesploitasi kamu. Kami tidak memerlukanmu lagi untuk menjalankan sistem uang ini. Mulai sekarang, Kami akan memiliki semua uang yang kami perlukan tanpa emas, hutang, maupun pencuri. Kami telah menetapkan sistem kredit sosial di pulau ini. Dividen nasional akan meggantikan hutang nasional.

“Jika anda memaksa kami untuk membayar hutang kami, akan kami bayar semua uang yang anda telah berikan pada kami. Namun tidak se sen pun lebih. Anda tidak bisa mengklaim untuk sesuatu yang tidak anda buat.

Oliver putus asa. Kerajaannya hancur. Mimpinya hancur. Apa yang bisa ia buat? adu argumen akan sia-sia. Mereka berlima sekarang adalah kreditor sosial: Uang dan kredit sekarang tidak lagi misterius bagi mereka.

“Oh!” Oliver berkata.” Orang-orang initelah menemukan kredit sosial! Doktrin mereka akan menyebar cepat dibanding dia. Pakah saya harus minta maaf? Menjadi salah satu dari mereka?Saya, seorang ahli finansial dan seorang banker? tidak akan!lebih baik, saya menjauh dari mereka, sejauh mungkin yang saya bisa!”

19. Kecurangan


19Untuk melindungi mereka dari kemungkinan klain dari Oliver, Kelima orang ini sepakat untuk  menandatangani dokumen  yang akan menjadi bukti bahwa dia akan mendapatkan kembali apa yang ia punya ketika ia datang di pulau ini.

Maka daftar barang-barang Oliver pun dibuat; Perahu, dayung, alat cetak, dan tong emas. Oliver harus menunjukkan dimana ia menyembunyikan emasnya. Kelima sekawan itu menjadi kurang respek terhadap emas. Oliver harus menunjukkan dimana ia menyembunyikan emasnya. Kredit sosial telah mengajarkan mereka untuk mengabaikan emas.

Mereka pun menemukan emas, dan mengangkatnya dari lubang, dan heran karena tong yang mereka angkat begitu ringan.Mereka pun memecahkan tong tersebut.

Emas? Tidak begitu banyak hanya serpihan-serpihan! yang lain hanya batu! Batu yang tidak berharga! Mereka semua shock telah ditipu selama ini

Apakah kita menggadaikan semua kekayaan kita kepada selembar kertas yang hanya dicetak berdasarkan simpanan batu? ini perampokan, penipuan.

Kita semua menggerutu dan hampir membenci satu sama lain karena penipu itu.

Marah, Frank mengangkat kapaknya. Terburu-buru, bankir lari ke arah hutan.

20. Selamat tinggal


20Setelah kejadian itu, mereka tidak pernah mendengar lagi tentang Oliver. Tidak berapa lama, sebuah kapal, yang menyasar dari rutenya melihatr tanda-tanda minta pertolongan di pulau tersebut. Mereka pun ikut dalam kapal, pulang ke negaranya, dan mereka berniat untuk menyebarluaskan mengenai kredit sosial bagi negara mereka.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: