Kawah Ijen

Kawah ijen merupakan kawah terbesar yang ada di bumi ini. Di kawah ini terdapat danau berwarna kehijauan yang tak lain adalah danau asam yang biasa terdapat di gunung berapi. Dengan keeksotikan alamnya, banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara berkunjung ke kewah ini. Untuk menuju kawah ijen, terdapat dua jalur, yang pertama dari banyuwangi, dan yang kedua dari bondowoso. Jarak tempuh dari banyuwangi maupun bondowoso relatif sama, sekitar 2-3 jam menggunakan kendaraan bermotor tentunya. Dan jalurnya pun sama-sama rusak amat parah.


Kebetulan bulan-bulan ini saya sedang berada di Bondowoso. Maka tak sah rasanya jika tidak berkunjung ke kawah ijen yang merupakan salah satu ikonnya bondowoso. Perjalanan dari kota bondowoso berkisar sekitar 3 jam-an.Saya ke Ijen bersama Egar, sesama pejuang di bondowoso ini,,:P.  Perjalanan ini sendiri kami menggunakan motor, WIN 100. Perjalanan ini melalui hutan, perkebunan kopi milik PT PN, dan alam pegunungan. sepanjang perjalanan, pemandangannya sungguh amat sangat indah. Perjalanan menuju kawah ijen sendiri dari Bondowoso agak sukar, karena banyak jalan yang rusak parah. Sebenarnya mungkin dulu jalannya bagus, namun entah mengapa aspal jalan tersebut mengelupas disana-sini, menimbulkan lubang yang besar.

Sesampai di paltuding, suatu daerah dimana kendaraan bermotor tidak bisa lagi dipergunakan, kami langsung mencari penginapan. Perjalanan dari paltuding ke kawah ijen sendiri berkisar 2 jam-an. Kami menginap di suatu pondokkan yang semalamnya dihargai 100ribu rupiah. Kamarnya sendiri amat sederhana,hanya ada kasur, dan satu meja, lantainya pun kotor, untungnya kasurnya ga ikut kotor. Dengan fasilitas seperti itu, agak terlalu mahal memang. Kami menginap untuk persiapan trekking yang kami mulai sekitar jam 2 pagi. Kabarnya, di kawah ijen terdapat “api biru” yang konon terjadi akibat pembakaran sulfur. Dari sumber yang saya cari di internet apinya amat bagus, seperti semburan naga. Dan pada waktu gelap lah, “api biru” ini bisa dinikmati. Maka jam 2 pagi kami bangun, saya berangkat ber-empat, saya, egar, tres, dan jess. 2 nama terakhir ini merupakan perempuan tangguh yang sudah hampir setahun terakhir menjelajahi asia tenggara. Tres ( i’m sorry, i don’t know how to spell your name) berasal dari irlandia, sedangkan jess berasal dari kanada. 2 bule ini sepertinya tidak biasa harus bangun jam 2 pagi untuk trekking ke gunung, karena mereka, terutama jess, sepertinya agak menggerutu. Namun, tetap kami berangkat.

Sekitar 2 jam-an kami berjalan menuju kawah, jalanannya menanjak sekitar 45o. Agak sulit bagi saya dan egar. Karena suhu pagi itu amat dingin, mungkin sekitar 12oC, dan udara di dataran tinggi yang kadar oksigennya tipis, membuat kami ngos-ngosan. Sedangkan bule-bule itu amat tangguh, kami tertinggal jauh di belakang, dan kami hanya bisa bilang maaf karena mereka terus menunggu kami yang tertinggal ini. Very shamefull,,haha.

Sesampai di puncak kawah, kami berjalan ke arah danau biru di dasar kawah. Perjalanan cukup menantang, karena melewati jalanan berbatu yang terjal. Kami sering berpapasan dengan penambang yang amat luar biasa mampu mengangkat beban hampir 70 kg, menanjak melewati jalanan berbatu. Pilihan hidup yang berat, harus menambang dan mengangkut beban di punggung. Padahal mereka hanya dibayar murah, hanya Rp 625/kg belerang.

Sesampai di dasar kawah, suasana masih gelap, kami akhirnya bisa menemui api biru tersebut, namun api yang kami temui berbeda dengan yang kami lihat di internet, karena api yang kami lihat kecil. Mungkin momennya kurang pas saat itu.

api biru

Udara di sekitar puncak kawah ijen bau belerang, lebih-lebih ketika berada di dasar kawah. Ketika saya berada di bawah kawah, angin yang semula berhembus ke barat, berubah arah, dan asap belerangnya mengenai kami, sesak napas rasanya😛. Tidak lama kami di bawah, kami dianjurkan oleh penambang untuk ke atas, karena pemandangan danau pun cukup cantik ketika berada di atas, dan kami pun naik, karena tidak tahan oleh bau belerangnya.

Dan pada akhirnya, matahari pun terbit, namun kabut belum mau pergi. Dan danau asam ijen pun hanya terlihat sedikit oleh kami, meskipun demikian tetap luar biasa cantiknya.


  1. nanya ! belerang yang ditambang di kawah ijen itu sebenernya untuk bahan baku apa ya?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: