Deltras vs Persib: sebuah opini

Menyaksiksan penampilan Persib ketika berhadapan dengan deltras sidoarjo pada laga lanjutan Liga Super Indonesia 2 Oktober 2010, sungguh amat menyedihkan. Bayangkan, dengan diperkuat tidak kurang dari 5 pemain nasional, 3 pemain asing, performa persib sangat diluar dugaan banyak orang. Dengan memeragakan skema permainan 4-4-2 yang pada hakikatnya merupakan formasi fleksibel dan mampu dilakukan variasi penyerangan, tetapi 4-4-2 ala persib kemarin adalah permainan dengan skema penyerangan tidak jelas, salah umpan, dan terkesan tarkam. Alhasil sepanjang permainan persib hampir bisa dibilang tidak mempunyai “shot on goal”, gol yang disarangkan Pablo Frances pun akibat blunder dari kiper Deltras.

Pemain belakang Persib yang dihuni 5 pemain nasional/mantan pemain nasional, yaitu; nova, maman, markus (timnas Indonesia), Baihakki (timnas singapura), Isnan Ali(mantan timnas Indonesia), tidak mampu membendung serangan yang dilakukan oleh para pemain deltras, yang hampir tidak ada pemain bintang. Bahkan pemain sekelas Nova banyak melakukan blunder fatal sedikitnya 2 kali, yang pertama sangat beruntung hanya diganjar kartu kuning, ketika nova berusaha melakukan aksi individu tetapi malah dicuri bolanya, sehingga pemain deltras langsung berhadapan dengan kiper markus, tetapi nova menarik kausnya sehingga pemain deltras itu terjatuh, sekali lagi sangat beruntung hanya kartu kuning. Blunder fatal kedua berujung pada gol yang dicetak marcio souza. Maman, seorang defender timnas, tetapi performanya sangat tidak efektif jika persib hendak melakukan serangan balik, bola yang didapat maman selalu dihalau jauh kedepan, tanpa tujuan, tanpa arah, hal ini akan menyulitkan ketika persib hendak melakukan serangan balik, dimana passing amat berperan dalam serangan balik tersebut. Isnan Ali pun kurang disiplin dalam menjaga daerah pertahanannya, wilayah jagaannya merupakan titik lemah yang sering kali ditembus oleh para pemain deltras. Sedangkan Baihakki menunjukkan performa yang lumayan, meskipun tidak efektif dalam membantu pernyerangan, tetapi tugas bertahannya sangat baik, mungkin menurut hemat penulis, baehakki ditaruh di posisi aslinya di bek tengah, sesuai posnya di timnas singapura.

Lalu lini tengah persib, setidaknya dihuni oleh para pemain berpengalaman yang pernah merasakan berbaju tim nasional Indonesia. Tetapi performa yang ditampilkan sangat memalukan, tidak ada kreasi serangan dari lini ini, malah lini ini seringkali kalah oleh pemain tengah deltras yang notabene bukan pemain timnas. Dengan lini tengah yang tidak jalan, otomatis lini depan mun mandul, tidak ada umpan-umpan cantik dari lini kedua untuk memanjakan para striker CG+PF. Malahan CG+PF seringkali harus turun untuk menjemput bola ke lini tengah.

Dengan performa seperti ini, sangat sulit jika berbicara mengenai Juara. Semoga waktu 2 minggu ke depan, sebelum persib kembali bermain, dapat dijadikan latihan untuk mengasah sistem penyerangan maupun bertahan Persib, tugas berat menanti Jovo Cuckovic untuk untuk ini. Dengan status “los galacticos” sangat wajar jika para bobotoh menuntut lebih dari tim, dan berharap tim kesayangannya menjadi kampiun ISL 2010 ini.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: