Lulus

wisuda
Senin 14 juni 2010, pukul 09.00 WIB merupakan hari bersejarah dalam hidupku. Pada hari itu, saya menghadapi sidang sarjana saya. Dengan didampingi dengan 2 orang pembimbing saya Dr.Bambang Sunendar, dan Dr. Suyatman, dan diuji oleh Dr. Brian Yuliarto dan seharusnya Dr.Ahmad Nuruddin(tetapi sayang beliau tidak datang), saya mempresentasikan hasil dari penelitian saya yang saya kerjakan selama hampir 4 bulan terakhir. Penelitian tugas akhir saya berjudul “sintesis dan karakterisasi serbuk magnetik Fe3O4-kitosan untuk aplikasi terapi kanker”.
ss

Penelitian saya , merupakan salah satu bidang yang sedang gencar dikembangkan oleh para peneliti. Fe3O4 merupakan suatu material magnetik yang memiliki properti superparamagnetik ketika ukuran partikelnya berada dalam skala nano. Material ini rendah racun (low toxicity), serta biokompatible. Namun, partikel fe3o4 memiliki kecenderungan teragregasi akibat besarnya dipol-dipol magnetik antar partikelnya. Sehingga untuk menanggulanginya dibutuhkan suatu selubung yang membungkus partikel fe3o4. Selubung ini bisa terdiri dari metal, ataupun senyawa polimer.

Dalam penelitian ini, saya menggunakan kitosan sebagai material selubungnya. Kitosan merupakan polimer hasil deasetilasi dari cangkang crustaceae, seperti udang, kepiting, kerang, dll. Kitosan memiliki properti biologi maupun kimia yang signifikan, diantaranya; boidegradable, biokompatible, bioaktif, memiliki gugus fungsi reaktif OH dan NH2.

Untuk aplikasi terapi kanker ,material ini bisa digunakan sebagai contrast agent pada MRI (magnetic resonance imaging), yaitu untuk meningkatkan citra dari sel-sel kanker. Material untuk contrast agent ini saat ini sudah ada, diantaranya gadolinium, namun gadolinium ini, yang memiliki properti paramagnetik, memiliki kelemahan ketika harus mencitrakan sel kanker yang berukuran kecil. Sedangkan Fe3O4 mampu untuk meningkatkan citra, sehingga sel-sel kanker berukuran kecil mampu di citrakan. Selain sebagai contrast agent, material ini juga bisa diaplikasikan untuk hyperthermia. Hyperthermia konvensional saat ini sering disebut kemoterapi. Kemoterapi ini berbahaya, karena menimbulkan radiasi, kemoterapi juga memiliki selektivitas yang rendah, sehingga sel-sel yang sehat dapat terkena radiasinya. Hyperthermia yang memakai Fe3O4 disebut magnetic hyperthermia, memiliki selektivitas lebih baik, tidak menimbulkan radiasi, sehingga lebih aman digunakan dalam tubuh.

Penelitian saya ini, baru mencapai tahap pembuatan material, belum masuk pengujian. Tetapi diharapkan penelitian ini mampu membuka jalan bagi penelitian2 serupa lebih lanjut. Sehingga Indonesia mampu memberikan kontribusi bagi dunia dalam penanggulangan kanker.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: