Journey Bali-Lombok (part 1..)

Traveling adalah salah satu hobi saya, sudah sangat lama saya mendambakan suatu perjalanan dengan gaya backpacker, mungkin hal ini terinspirasi dari kisah-kisah petualang dari buku yang saya baca. Sebelum “journey to Bali-Lombok” ini, saya juga telah traveling di sekitaran jawabarat, dan Batam. Tetapi rasa penasaran akan tempat yang sering disebut “the most beautiful island in world” membuat ngebet ingin kesana. Akhirnya sekitar pertengahan januari lalu, disaat masih liburan semester, saya bersama tiga kawan saya berangkat ke Bali serta ke Lombok untuk memulai pengalaman baru dalam berlibur. Mengapa saya sebut pengalaman baru?, karena baru kali inilah kami memulai perjalanan dengan budget minim ala backpacker.

Kami mulai perjalanan kami dengan berkumpul di kawasan monument perjuangan untuk menuju stasiun Kiaracondong, Bandung. Kami akan naik kereta rakyat super murah meriah dengan nama kereta ekonomi pasundan (hehe). Saya sebut murah meriah karena untuk mencpai Surabaya dari Bandung hanya dikenakan harga 40ribu(murah bukan). Tetapi karena kelasnya ekonomi, maka kami harus amat bersabar, karena menurut jadwal, kereta akan menempuh perjalanan sekitar 16jam, sehingga kami yang start dari stasiun kiaracondong jam 06.15 akan sampainya di Surabaya jam 22.26(menurut jadwal).

di KA Pasundan

Untungnya dengan perjalanan selama itu, kami mendapat tempat duduk, bayangkan jika tidak??. Kami habiskan waktu dengan ngobrol2 ngalor-ngidul, tidur, dan merenung (). Singkat cerita, karena KA ekonomi “haram” hukumnya tepat waktu, maka baru pada pkl 22.45 kami sampai di stasiun gubeng, Surabaya. Menurut rencana semula, kami akan nginap di stasiun untuk menunggu kereta yang akan membawa kami ke Banyuwangi. Keretanya ada di pagi hari. Tetapi begitu kami turun dari kereta, calo2 stasiun mengerubungi kami,bak semut yang melihat taburan gula, menawarkan jasa2nya. Kami bingung, mereka menyarankan agar naik bis aja dari terminal bungur asih untuk menuju banyuwangi. Terus terang keberadaan calo2 yang mengerubungi kami, membuat kami tak nyaman. Akhirnya untuk menghindarri para calo, kami mencari makan di luar stasiun untuk berembuk terlebih dahulu. Tapi tenyata tak semudah itu menghindari para “semut” itu, bayangkan kami sampai dibuntuti ke gerbang stasiun. Luar biasa perjuangan para calo itu.
Makan tak didapat, untung tak dapat ditolak, rencana kami unutk naik kereta berantakan, karena ada seorang bapak baik hati yang mengajak kami untuk ke banyuwangi bersama ia naik bus, dan menawarkan untuk sharing taksi ke terminal bis. Lumayanlah, kami Cuma dimintai 10rb satu orang, sedangkan bapak itu menanggung sisa pembayaran taksinya yang mencapai 100rb. Thank’s for the help sir..

Pelabuhan katapang

Three backpackers (actually 4..sorry fajri :))

Bali island, viewed from Java

Akhirnya kami naik bus ke denpasar langsung(tidak jadi transit di banyuwangi), dengan menawar tiket yang asalnya 120rb menjadi 100rb (haha biasalah anak muda minim duit). Naik bus ini sudah termasuk tiket ferri penyeberangan. Perjalanan ditempuh sekitar 12 jam menuju terminal Ubung, denpasar. Cukup melelahkan, untung bus nya lumayan nyaman . Perjalanan tahap 1 menuju Bali akhirnya kesampaian juga, setelah menempuh perjlanan selama tidak kurang dari 28jam..

Baru sampai Bali saja saya sudah merasakan akan kebesaran Indonesia…luar biasa

To be continued

  1. berkunjung bro….
    salam bloger…
    20 – 03 – 2011

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: