Opini Pemain Indonesia Mata Duitan

Setelah membaca artikel mengenai “pemain Indonesia mata duitan” di situs goal.com sungguh amat kecewa kepada mentalitas pemain timnas kita itu. Bermain mewakili suatu negara dalam kancah internasioanal merupakan kebanggaan bagi siapapun, tak terkecuali pemain bola. Dalam hal ini yang perlu dikedepankan adalah masalah nasionalisme, uang no 2. Efek ini mungkin merupakan suatu dampak buruk akibat seringnya pemain Indonesia mendapatkan uang bonus saat bermain, baik saat membela klub, maupun timnas. Pemberian bonus ini awalnya dengan niatan positif, yaitu menambah motivasi bertanding punggawa timnas, tetapi sayang efek buruk yang ditimbulkan lebih besar. Menang sedikit saja bonus yang diterima amat besar. Akhirnya pemberian bonus ini menjadi semacam tradisi yang seakan harus diberikan setiap timnas bertanding. Jadi ketika, bonus tak diberikan maka pemain timnas jadi seakan-akan ogah-ogahan dalam bertanding. Sudah banyak pihak menyoroti masalah ini, terutama para awak timnas zaman dulu. Mereka banyak yang berkomentar, bahwa para pemain sekarang lebih condong ke materi dibanding nasionalisme. Berbeda dengan zaman dahulu, ketika para pemain bola di gaji ala kadarnya, tetapi mempunyai semangat bertanding tinggi ketika memakai lambang garuda di dada kirinya.

Memang pada dasarnya para pemain bola juga seorang manusia yang membutuhkan nafkah untuk membiayai keluarganya. Menjadi pemain bola pun ada batas usianya, jadi tak heran para pemain berusaha mengumpulkan sebanyak-banyaknya uang disaat mereka masih mampu menggocek bola.

Para pengurus timnas pada akhirnya mengubah kebijakan pemberian bonus ini. Kabarnya pemberian bonus ini akan ditiadakan. Hal ini merupakan kabar baik, diharapkan pemberian bonus ini dilakukan di saat yang tepat, misalnya ketika timnas telah berhasil menjuarai suatu turnamen tertentu. Jadi uang ada, prestasi pun ada.

Semoga ke depan para pemain yang mengenakan lambang garuda dapat bermain sepenuh hati membela negara tanpa ternodai oleh motivasi uang. dan semoga timnas makin maju, bangkit dari keterpurukan.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: