Pilihan Teknologi Pembangkit Listrik, sesuai Kebijakan Energi Nasional

Energi merupakan masalah krusial akhir-akhir ini, kebutuhan energi yang semakin besar tidak diimbangi dengan persediaan yang ada. Akibatnya banyak terjadi banyak pemadaman listrik. Indonesia merupakan Negara besar yang mempunyai persediaan sumber daya energi yang melimpah ruah. Hal ini sangat ironis melihat fakta yang sekarang terjadi di lapangan, dimana begitu banyaknya kasus pemadaman listrik terjadi. Potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia ini belum dimanfaatkan secara optimal. Banyak factor yang mengakibatkan potensi energi itu tidak temanfaatkan, salah satunya ialah masalah klasik, yaitu dana investasi yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit listrik amat besar.
Sebagai solusi akibat krisis energi ini, maka PLN melakukan pemadaman bergilir.Hal ini untuk mengurangi beban puncak. Waktu beban puncak, dimana beban permintaan listrik sedemikian besar ialah pada saat pukul 17-22. Maka pada jam-jam itu, kita diharapkan untuk hemat dalam memakai listrik.
Pada tahun 2005, sumber utama pasokan energi Indonesia adalah minyak bumi ( 54.78 % ), disusul gas bumi ( 22,24 % ), batubara ( 16.77 % ), Air ( 3.72 %) dan geothermal ( 2.46 % ). Sasaran pemerintah pada tahun 2025, diharapkan terwujudnya bauran energi yang lebih optimal, yaitu : minyak bumi ( < 20 % ), gas bumi ( > 30 %), batubara ( > 33 % ), biofuel ( > 5 % ), panas bumi ( > 5 % ), Energi terbarukan lainnya ( > 5 % ) dan batubara yang dicairkan ( > 2 % )
Sebetulnya Indonesia mempunyai potensi amat luar biasa pada energi Geothermal. Jumlah energi panas bumi yang telah terpasang saat ini mencapai 1042 MWe, atau sekitar 3% dari total potensi energi panas bumi di Indonesia. Lapangan yang telah berproduksi yaitu G. Salak (375 MWe), Kamojang (200 MWe), Darajat (255 MWe), Wayang Windu (110 MWe), Dieng (60MWe), Lahendong (40 MWe), dan Sibayak (2 MWe). Jika potensi ini dimanfaatkan secara optimal maka kebutuhan listrik Indonesia akan terpenuhi.
Seperti kita ketahui dari keterangan diatas bahwa mayoritas energi yang akan digunakan oleh pemerintah ke depan masih berbasis energi tak terbarukan. Energi tak terbarukan ini, semakin lama kuantitasnya semakin menurun, pemerintah sudah seharusnya untuk memikirkan inovasi dalam investasi di bidang energi terbarukan. Selain bebas polusi, energi terbarukan pun aman pasokannya, karena tidak bergantung pada persediaan di alam. Di dunia ini, sebetulnya telah banyak riset mengenai energi terbarukan, hanya akibat dari daya yang dihasilkan belum besar, dan factor pendukung yang masih belum well developed, serta biaya yang lebih mahal, menjadikan PLN enggan untuk memakai energi terbarukan ini. Tetapi, Indonesia mempunyai sumber cadangan energi terbarukan yang sangat besar sekali, seperti energi surya, air, maupun geothermal. Sangat sayang jika potensi ini tidak dimanfaatkan secara optimal.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: