Dari satu hotel ke hotel lainnya(2)

Hari telah malam ketika langit batam menyambut kedatangan kami. Mencari kosan pun kami urungkan mengingat hari yang telah mulai malam. Hotel pun menjadi pilihan kami untuk bernaung malam itu. Kami yang masih buta tentang batam disarankan oleh sang supir taksi untuk menginap di sebuah hotel melati di daerah Nagoya(inget lo bukan di jepang ini…), hotel yang kami tempati, walaupun berkelas melati tetapi di  hotel ini terdapat AC dan air panas. Yah lumayanlah setelah hamper seharian berpetualang dari bandung-batam.

Setelah mandi, kami pun bersiap2 untuk mencari makanan. Dan pilihan kami jatuh ke restoran sea food di daerah Nagoya, itupun setelah melihat kesana-kemari. Dan berapa harganya saudara2? Kami yg asalanya ingin berhemat, malah menghabiskan 25rb untuk sepiring kerang (heu2). Makanannya sih lumayan enak, tapi harganya ituloh yang mbikin ga tahan…

Keesokan harinya kami bersiap2 untuk mencari penginapan, saran sang supir taksi tempo hari, kami disarankan mencari kosan di daerah batu merah. Maka pagi itu juga kami pergi ke batu merah, dengan ojek. Setelah terjadi tawar menawar, akhirnya diputuskan harganya 10 rb. Aga mahal juga, piker kami. Sang tukang ojek saya ternyata bukan juga asli batam(yang asli btam, pada kemana ya..??) dia orang Madura yang cukup lama tinggal di pulau batam ini. Tukang ojeknya ramah, saya tanya2 lah informasi seputar batam ke tukang ojeknya.

Batu merah merupakan suatu kawasan pemukiman penduduk dibatam, terletak di arah utara batam. Singapur terlihat jelas dari batu merah ini. Udara yang panas mengakibatkan banyak penduduk batu merah, terutama bapak2nya tdk memakai baju,,atau singletan. Dan Batu merah yang kami temui, ternyata sangat jauh dari bayangan kami semula, batu merah ternyata merupakan kampong nelayan yang masih memakai rumah panggung untuk tempat tinggalnya. Dan kosan yang ditunjukkan kepada kami merupakan salah satu kamar di rumah panggung tersebut. Rumah2 panggung ini tampak mengkhawatirkan, hanya disangga beberapa kayu yang tidak seberapa besar diameternya, dan anehnya kuat. Mak jang, akhirnya kami putuskan untuk pergi saja, ga jadi ngekosnya, takut jatuh wkekeke.

Batu merah telah lewat, selanjutnya kami pergi menuju asrama lancang kuning, yang merupakan asrama milik jamsostek. Sayang hari itu merupakan hari sabtu, yang berarti hari libur. Akhirnya baliklah kami ke hotel kami semula dengan tangan hampa. Lalu kami mendapat suatu saran untuk pindah hotel dari tukang ojek, karena menurut sang tukang ojek ada hotel yang lebih murah dibandingkan dengan hotel yang kami tempati. Ok lah, demi penghematan kami pun menuju ke hotel baru itu..yang ternyata letaknya tak jauh dari hotel kami semula….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: