KP i'm coming,,,

Panas, itulah kesan pertama kali ketika kami mendarat di Batam. Sebuah pulau industry yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga kita, singapura. Disinilah kami akan melewatkan waktu kurang lebih selama 2 bulan untuk memenuhi salah satu mata kuliah kami, Kerja praktek atau juga biasa disebut PKL.
Perjalanan kami ke Batam ini juga relative lancar. Dimulai dengan pergi ke Jakarta dengan menggunakan kereta parahyangan yang ditempuh selama hamper 3 jam. Lalu dilanjutkan dengan perjalanan menuju bandara soekarno-hatta menggunakan bis khusus bandara yang terdapat di stasiun gambir, selama 30menit. Jauh sebelum hari keberangkatan kami, kami telah memesan tiket pesawat dengan harapan akan mendapat tiket yang murah. Tidak sia2 juga, kami akhirnya mendapat tiket yang relative murah sekitar 300rb an untuk Jakarta-batam.
Setiba di Batam, kami yang baru pertama kali berkunjung ke Batam agak kebingungan. Mau kemana tujuan kami? Ke mcdermott pasti udah tutup(o ya kami tiba pada sore hari, menjelang magrib), mau nyewa kosan, ragu2 karena udh malem, juga karena kami tidak tau kosan nya ada dimana?. Akhirnya kami Tanya kesana-kemari, akhirnya mendapat pencerahan, kami disarankan untuk menginap dulu di hotel di daerah Nagoya( di jepang? Bukan), Nagoya merupakan salah satu sentra bisnis di pulau Batam, karena hari telah malam, kami turuti saran tersebut, dan baru keesokan harinya barulah kami mencari kosan. Saran ini kami dapatkan dari seorang supir taksi yang biasa mangkal di bandara. Dan akhirnya juga kami diantar oleh sopir taksi itu ke hotelnya. Dan saudara2,tahukah anda berapa tariff taksi itu? Mak jang 75rb rupiah, untuk jarak yang menurut kami tak terlalu jauh. Yah kami pasrah saja. Karena sebelum kami berangkat, kami telah diwanti2 biaya hidup di batam memang relative lebih mahal di bandingkan kota lain di Negeri ini.
Supir taksi kami merupakan seorang pendatang juga di batam, dia orang padang, yang masih medok bahasana.Kami ngobrol2 lah dengannya. Kami kaget juga karena kata sang supir, di pulau yang terkenal biaya hidupnya yang mahal ini, yang murah hanya ceweknya(????@#$%)., lainnya mahal. Maka tak heran(masih menurut sang sopir) banyak pelancong dari singapur datang ke batam hanya untuk menikmati “barang2” diatas.
Prosttitusi di batam sepertinya ‘dilegalkan’, berbeda seperti kota2 besar di Indonesia, para psk(atau bahasa halusnya wts) biasanya banyak mangkal di stopan lampu merah, atau pinggir jalan2 utama, para wts di batam ini lebih elit, karena terdapat tempat khusus bak etalase yang menjual ‘barang2’ tersebut. Menurut sang sopir, kebanyakan tempat seperti itu disamarkan dengan tempat karaoke, atau tempat pijat. Kami mngap2 mendengar penutuuran sang sopir, percaya tak percaya, kayak di LN aja para wts bias dipilih di etalase2. Believe it or not, ternyata Tuhan tau apa yang kami pikirkan dan memberi bukti atas kekuasaannya di kemudian hari…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: