Road to Gunung Gede

Sebenarnya pendakian ini udah lama, bulan juli lalu, tapi tidak ada salahnya menuliskan pengalaman ini, barangkali bermanfaat bagi yang hendak ke gunung gede.

Untuk pendakian ini kami, melalui jalur Cibodas. Sebenarnya untuk pendakian ke gunung gede ada beberapa rute yang dapat dipilih, yaitu gunung putri, salabintana, dan cibodas. Rute ini sangat ” tidak menantang”, tapi cukup lumayan bagi pemula yang ingin mendaki ke gede.

Sebelum mendaki kita harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Tadinya kami disuruh ke cibodas untuk registrasi nya. Tapi setelah bernegosiasi dengan alotnya (ceileh…) akhirnya kami diizinkan registrasi melalui fax. Alhamdulillah registrasi lancar. Untuk perbekalan, sebaiknya membawa perlengkapan standar pendakian, seperti tenda, sleeping bag, dll. Air juga bawa secukupnya.

Perjalanan kami awali dari kampus ITB tercinta, tepatnya dari salman. Kami berangkat pukul 16.30,  memang sengaja kami berangkat sore hari, karena sesuai rencana , kami akan mendaki pada pagi keeseokan harinya. Jadi kami nginep dulu di cibodas, tepatnya di sebuah masjid.🙂

img_0806

 

Udara pada saat malam hari di cibodas cukup sejuk, cenderung dingin, sehingga kami dapat tidur dengan nyaman dengan menggunakan jaket yang lumayan tebal. Selain udaranya yang dingin, airnya pun dingin seperti air kulkas, khas pegunungan. Untuk catatan sebaiknya hati-hati ketika menginap di cibodas, jaga selalu barang bawaan anda, karena banyak maling yang siap beraksi ketika anda lumpuh,,seperti yang dialami oleh teman yang nginep bareng kami.

Keesokan harinya, ternyata kami tidak bisa langsung berangkat, karena harus melakukan registrasi ulang ke pusat kantor TNGP Cibodas, kantor tersebut bukanya jam 9, jadi terpaksa kami nunggu dulu sampe jam 9. Sambil menunggu, kami jalan2 di seputaran pasar cibodas, ada hal unik yang kami temui, ternyata harga makanan di pasar ini antara satu warung dengan warung lainnya harga makanannya sama,,sekitar 6000 rupiah untuk sayur+telor..kompakan yah..:). Saya pun sempat membeli oleh2 sebagai kenang2an di pasar ini.

img_0818

 

 

 

Akhirnya jam yang ditunggu-tunggu datang juga, kami segera berkemas dan selanjutnya mendatangi  tempat registrasi yang terletak dekat dengan “penginapan kami”. Sampai disana pun kami tidak langsung dilayani akibat banyaknya orang yang melakukan registrasi, setelah menunggu hampir selama 1 jam (lama bener??!!!), akhirnya kami teregistrasi ulang dengan membayar RP 7000,- dengan rincian Rp 2500,- x 2 hari ,untuk tiket masuk TNGP dan Rp 2000,- untuk asuransi (tapi tentu kita tidak mengharapkan yang ni🙂 )

asu

aaa

Setelah beres, maka mulailah kami memasuki ganasnya pendakian gunung gede🙂. Di pos 1 kami terlebih dahulu diperintahkan untuk meninggalkan barang2 yang haram dibawa seperti, sabun, odol, dll. Mengapa? Karena jika kita memakai barang2 tsb, tentunya akan mencemari sumber air di Gunung Gede, secara mata air tersebut digunakan oleh orang banyak, apa jadinya jika mata air tersebut tercemar??. Setelah melawati pos 1, kami lanjutkan perjalanan, medan yang ditempuh, belum terlalu curam, maklum rute pos 1 sampai sekitrar 4km sampai lokasi objek wisata air terjun merupakan semacam wisata jalan kaki bagi pengunjung. Jadi rute yang ditempuh belum terlalu berat. Sepanjang awal perjalanan ini kami melawati suatu danau kecil bernama danau biru, karena air danau itu berwarna biru akibat adanya ganggang yang hidup di danau tersebut.dsc00022Setelah melewati danau biru tersebut, kami menemukan persimpangan arah pertama menunjukkan arah ke puncak gede-pangrango, dan arah kedua menuju Air terjun. Tentu saja kami berbelok ke arah menuju puncak. Jalan mulai menanjak curam. diperlukan stamina dan tekad kuat agar kita bertahan mendaki untuk mencapai puncak. Padahal puncak masih sejauh 10 km dari tempat kami mulai berbelok arah. Karena stamina kami pas2an maka kami banyak beristirahat. Ada tips untukk menambah tenaga, sebaiknya makan makanan yang mengandung glukosa, seperti gula merah, atau coklat, ditambah dengan minum air secukupnya, insya Allah akan menambah tenaga kita.

Sepanjang perjalanan tampak hutan TNGP masih cukup lebat, kiri-kanan jalan yang kami lewati rimbun oleh pepohonan. Burung2 pun berkicau tiada henti sepanjang perjalanan, sungguh pengalaman yang luar biasa. Sekedar info, untuk mendaki puncak gede memang terdapat jalan setapak yang sangat memudahkan perjalanan bagi pendaki pemula/belum berpengalaman seperti kami, jika terdapat simpangan, arah dari simpangan tersebut tetap sama yaitu puncak. Jadi jangan takut tersesat. Semakin jauh kami berjalan, medan yang kami lalui semakin berat, sepanjang perjalanan kami menemukan bekas pohon tumbang, menandakan

dsc00030

jika terjadi hujan, atau angin yang kencang, maka wajib berhati-hati, untungnya pada saat kami mendaki tidak hujan. Setelah jalan sekitar 4 jam, kami sampai di suatu kawasan bernama “kandang batu”, entah kenapa dinamakan begitu. Yang jelas kandang batu merupakan tempat peristirahatn untuk pendaki, kawasannya seperti tanah lapang biasa,,nothing special. Maka kami pun cuma istirahat sebentar. Perjalanan pun berlanjut, sampai di suatu tempat kami bertemu pendaki yang baru pulang dari puncak, maka kami, yang sudah mengharapkan puncak sudah dekat, bertanya ,

A : Mas, puncak masih jauh ga?

B: Jangan puncak dulu lah, sumber air panas dulu 15 menit lagi sampai.

A: Tapi klo puncak berapa lama lagi?

B: 2 jam lagi.

Begitulah kira2 percakapan kami dengan pendaki itu, sekedar info selama perjalanan kami banyak berpapasan dengan para pendaki yang turun, umumnya mereka ramah2, mungkin karena senasib sepenanggungan kali ya🙂. Mendengar sumber air panas, semangat kami muncul lagi, setelah sebelumnya aga frustasi🙂. 

15 menit kemudian kami akhirnya sampai juga di sumber air panas, atau lebih tepatnya air terjun panas🙂. Medannya agak membahayakan, kita harus meniti bebatuan untuk menyeberang air terjun tsb. Melewatiinya pun harus 1 arah, maka kami pun harus ngantri, karena di seberang banyak pendaki yang mau lewat juga.  Dari jauh pun tempat ini sudah dapat dilihat, karena uap air panas yang menghambur ke udara ini.

dsc00036

Tips : hati2 batu2nya licin. Kalo kakinya nyemplung lumayan panas.

Sekitar 5 menit setelah melewati sumber air panas tersebut, kami sampai ke mata air panas yang lebih bersahabat. Airnya ga terlalu panas, anget. Di dekat situ ada saung, maka kami pun bermain-main air dulu disitu sembari melepas lelah. 

 

nyantei dulu

nyantei dulu

Setelah puas bermain-main air. Kami pun berjalan lebh semangat, karena menurut perkiran kami puncak tinggal 2 jam lagi (nanya ke pendaki). Setelah melewati berbagai medan yang cukup berat semngat kami turun lagi, karena setelah berjalan lebih dari 2 jam kami ternyata masih jauh dari puncak:/. Lalu karena penasaran kami bertanya ke pendaki yang berpapasan, kata pendaki itu puncak masih 5 jam lagi…wow..

Setelah hampir 3 jam berjalan, kami sampai tempat peristirahatan kedua. “kandang badak”. entah kenapa namanya seperti itu. Kawasannya lebih luas dari kandang batu. Rimbun oleh pohon. Terdapat sumber air. Sayang kawasannya kotor, banyak sampah yang berserakan, sungguh sangat tidak bertanggung jawab. Di tempat ini hari sudah sore,sekitar pukul 16.00. Kami manfaatkan dengan makan makanan bekal (indomie,langsung dari bungkus) dan solat ashar di jama, dengan dzuhur. . Terbersit dalam hati kami untuk tidak melanjutkan perjalanan, karena suhu udara sudah sedemikian dingin, kabut pun mulai turun. Tapi setelah bertanya pada pendaki yang baru turun dari puncak, puncak sekitar 2 jam dari tempat kami. Kami pun bersemangat kembali. Walau suhu dingin dan kabut yang datang akhirnya tidak dapat mengalahkan tekad kami yang sudah bulat..MENUJU PUNCAK. 

Di tengah jalan ada persimpangan, tulisannya “gunung gede 2km”, “gunung pangrango xx km(lupa)”..Melihat papan nama tersebut kami optimis dalam waktu 1 jam kami dapat mencapai puncak. 

Tapi apa mau dikata..1 jam telah berlalu, kami masih jauh dari puncak.. 

Tapi kami melihat suatu tebing vertikal..YES PUNCAK!!, kami pun bergegas ke tebing tersebut dan mulai mendaki tebing vertikal tersebut. Cukup menantang.

dsc00042

 

Sampai di puncak tebing..MANA PUNCAKNYA??? begitu mungkinyang ada dalam hati kami. Sepanjang kami lihat jalanan terjal menunggu kami, tanahnya pun, beda, semacam tanah vulkanik, pohonnya besar dan semua sama, sejenis.  “Waduh gawat”, pikir kami. Hari sudah petang, bau belerang sudah mulai menyengat.

Karena hari sudah mulai gelap,,akhirnya kami tidak buang2 waktu lagi..”the show must go on”..jalanan sangat curam

 

30menit menuju puncak

30menit menuju puncak

Setelah sekitar 2 jam (1km/jam) dari tempat kami melihat papan petunjuk akhirnya secara tidak terduga, setelah  menyibak rimbunnya dedaunan,akhirnya setelah selama 8,25 jam berjuang,  kawah gede pun tersenyum menyambut kami.

WE REACH IT!!!

WE REACH IT!!!

 

 

Gunung gede tampak dari cibodas

Gunung gede tampak dari cibodas ngopi dulu...

 

kawah Gede

kawah Gede

 

gunung gemunung

gunung gemunung

 

di balik kawah...

di balik kawah...

 

Edelweiss

Edelweiss

 

Pagi yg dingin...

Pagi yg dingin...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    • kominfopustena
    • December 4th, 2008

    masih ngegantung ceritanya?

  1. Kalau tulisannya selesai, bisa tuh dimasukin ke dokumentasi😀

    • savemybandung
    • December 5th, 2008

    tenang2…nanti bakal lanjut…

    • bentang
    • December 6th, 2008

    mana lanjutannya,,, foto saya gk ada pula… hehe

    • F4154LMAN
    • January 10th, 2009

    Foto saya juga gak ada nih..😛
    (da emang ga ikutan hehehe..)

    • dewi
    • October 16th, 2009

    waw keren jd ingetin gw wkt kesana kmrn pengalaman tak terlupakan.ngomong2 foto ny krn2 lho

  1. December 5th, 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: