Hadist-hadist dhaif di bulan ramadhan

Hadist -hadist lemah dan palsu yang sering disebut disebut di bulam ramadhan

Sangat banyak hadist yang menyebutkan keutamaan bulan ramadhan dan puasa. Namun tidak sedikit dari hadist-hadist tersebut dha’if (lemah), yang tidak bisa dijadikan sandaran dalam syariat ini, atau bahkan maudhu’ (palsu) yang tidak pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW.

Namun yang sangat disayangkan ternyata hadist-hadist yang lemah dan palsu tersebut sudah menyebar dan dikenal di tengah-tengah masyarakat, yang mereka yakini hadist shahih yang disabdakan Rasul SAW. Padahal Nabi SAW telah memperingatkan umatnya dari perbuatan berdusta atas nama beliau,. Beliau SAW pernah bersabda

“Barangsiapa yang mengatakan atas namaku, apa-apa yang tidak pernah aku katakan, maka hendaknya dia menyiapkan tempat duduknya di neraka” (HR.Al-Bukhari)

Walaupun sebuah kalimat tampak indaj bahsanya dan baik kandungannya, namun kalau itu bukan sabda Nabi SAW, maka kita tidak boleh menyandarkan ucapan dan kalimat tersebut kepada beliau.

AL-Imam Abu Hajjaj Al-Mizzi (742 H, Salah seorang guru al-Imam Ibnu Katsir) mengatakan : “Setiap yang dikatakan Rasul SAW adalah baik, namun tidak setiap yang baik itu merupakan perkataan Rasul SAW”. (Lisanul Mizan, Karya Ibnu Hajar)

Oleh sebab itulah pada lembaran buletin ini, kami akan menyebutkan sebagian dari sekian banyak hadist dhaif dan maudhu yang sering disebut pada bulan ramadhan

Hadist Pertama

“Kalau seandainya hamba-hamba itu tahu (keutamaan) yang ada pada bulan Ramadhan, maka niscaya umatku ini akan berangan-angan bahwa satu tahun itu adalah bulan Ramadhan seluruhnya”(Hadist Maudhu’)

Sebab hadist itu maudu adalah karena adanya seorang perawi yang bernama Jarir bin Ayyub, dia ini adalah seorang perawi yang sangat lemah (dhaif jiddan) dan dia meriwayatkan hadist tersebut sendirian tanpa ada yang menyertainya. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Al Hafiz Ibnu Hajar dalam kitab beliau Al Mathalib:1/274.

Hadist Kedua

“Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat” (hadist dhaif)

Hadist ini lemah karena adanya perawi yang bernama Zuhair bin Muhammad Bin Abi Shalih bin MuhammadJika yang meriwayatkan hadist dari dia orang-orang Syam maka hadistnya lemah, dan salah satunya hadist ini.

Hadist Ketiga

“Awal bulan Ramadhan adalah Rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka” (hadist dhaif)

hadist tersebut lemah karena ada perawi yang bernama Sallam bin Sawwar dan Maslamah bin Ash Shallat, berkata Ibnu ‘Adi tentang Sallam, “dia menurutku hadistnya munkar, dan Maslamah tidak dikenal”. Abu Hatim mengatakan tentang Maslamah, Hadistnya Matruk(ditinggalkan/tidak diambil)

Wallahu A’lam bish shawwab”

sumber: Buletin jum’at Al-Ilmu

About these ads
  1. yeah not bad

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: